Jateng
Selasa, 27 Oktober 2020 - 09:28 WIB

4.000 Guru dan Murid Kota Madiun Jalani Rapid Test Jelang Tatap Muka di Sekolah

Abdul Jalil  /  Rohmah Ermawati  | SOLOPOS.com

SOLOPOS.COM - Ilustrasi rapid test (freepik)

Solopos.com, MADIUN -- Sebanyak 4.000 guru dan murid di Kota Madiun akan menjalani rapid test menjelang dibukanya kembali pembelajaran tatap muka di sekolah. Rencananya, pemeriksaan rapid test ini dimulai pada pekan ini.

Rapid test diadakan menyusul rencana Pemkot Madiun mulai pekan awal November 2020 akan membuka kembali pembelajaran tatap muka di sekolah. Tetapi, pembelajaran tatap muka ini terbatas hanya untuk murid kelas VI untuk jenjang SD dan kelas IX untuk jenjang SMP.

Advertisement

Kepala Dinas Pendidikan Kota Madiun, Heri Wasana, mengatakan pembelajaran tatap muka ini dibuka untuk seluruh SD dan SMP di Kota Madiun.

Pembelajaran Tatap Muka SD dan SMP Kota Madiun Dimulai Awal November

Advertisement

Pembelajaran Tatap Muka SD dan SMP Kota Madiun Dimulai Awal November

Sebagai salah satu persiapannya, seluruh guru dan murid yang akan melakukan pembelajaran tatap muka (PTM) akan menjalani rapid test. Hal ini untuk memastikan tidak ada murid maupun guru yang akan mengikuti PTM terjangkit virus corona.

“Kami akan segera berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan terkait rencana rapid test ini. Total ada sekitar 4.000 murid dan guru,” jelas dia seusai rapat koordinasi terkait pembelajaran tatap muka di tengah pandemi Covid-19, Senin (26/10/2020).

Advertisement

Objek Wisata Air di Klaten Resmi Dibuka, Ini yang Harus Dilakukan Pengelola

Dari simulasi itu, nantinya akan diketahui sekolah masih kurang apa dalam menghadapi pembelajaran tatap muka.

“Setelah simulasi selesai. Baru dilakukan uji coba. Siswa yang boleh masuk hanya 50% dari total siswa,” katanya.

Advertisement

Keinginan Orang Tua Murid

Dia menyampaikan pembelajaran tatap muka atas keinginan orang tua murid. Hal itu terlihat dari kuesioner yang disebar untuk melihat respons orang tua murid terkait pembelajaran tatap muka diselenggarakan.

“Hasilnya 75% orang tua murid setuju kalau pembelajaran tatap muka dilaksanakan,” ujar Heri.

Wali Kota Madiun, Maidi, menyetujui rencana pembelajaran tatap muka tersebut. Asalkan kegiatan belajar mengajar di sekolah itu dilaksanakan dengan protokol kesehatan Covid-19 yang ketat.

Advertisement

Jokowi Wanti-Wanti Tangkal Hoaks soal Vaksin

Dia tidak ingin nantinya sekolahan menjadi klaster baru persebaran Covid-19. Untuk mencegah itu, sebelum PTM dilaksanakan terlebih dahulu akan dilakukan rapid test bagi seluruh guru dan murid.

“Kalau memang diperlukan orang tua yang mengantarkan anaknya juga di-rapid, ” kata Maidi.

Advertisement
Advertisement
Berita Terkait
Advertisement

Hanya Untuk Anda

Inspiratif & Informatif