Jateng
Selasa, 9 April 2019 - 07:50 WIB

BPCB Jateng Ekskavasi 3 Situs di Temanggung

Redaksi Solopos.com  /  Rahmat Wibisono  | SOLOPOS.com

SOLOPOS.COM - Panduan Informasi dan Inspirasi

Semarangpos.com, TEMANGGUNG — Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jawa Tengah melakukan ekskavasi di tiga situs Kabupaten Temanggung, yakni Situs Candisari, Bansari serta Situs Stapan dan Gumuk Candi di Desa Bagusan, Parakan, Kabupaten Temanggung, Jateng.

Ketua Tim Ekskavasi dari BPCB Jawa Tengah, Junawan, mengatakan ekskavasi dilakukan sejak Jumat (5/4/2019) dan direncanakan berakhir pada Jumat (12/4/2019). Tim ekskavasi beranggotakan tujuh orang dibantu beberapa warga sekitar untuk melakukan penggalian.

Advertisement

Tujuan ekskavasi itu adalah untuk mengetahui sejauh mana potensi kepurbakalaan ketiga situs tersebut. “Potensi yang kita ketahui dengan waktu yang terbatas ini nanti untuk menentukan langkah-ahkah pelestarian selanjutnya,” katanya di Temanggung, Jateng, Senin (8/4/2019)

Ekskavasi pertama dilakukan di Candisari Kecamatan Bansari. Namun, untuk sementara Senin itu, ekskavasi di Situs Candisari dinyatakan berakhir dan kemudian tim akan melakukan ekskavasi di Situs Gumuk Candi dan Situs Stapan.

“Hari ini, sebagian anggota tim telah melakukan [pemetaan] lay out di Situs Gumuk Candi dan Situs Stapan, selanjutnya besok akan dilakukan penggalian,” katanya.

Advertisement

Ia menyebutkan di Situs Candisari ditemukan sejumlah komponen batuan candi, yakni bagian atap, tubuh, dan bagian kaki candi. “Namun temuan yang lebih dominan adalah bagian atap candi dan dari ekskavasi yang ada ini dugaan kuat candi tersebut runtuh karena bencana. Hal itu kelihatan dari lapisan-lapisan yang ada, yaitu batu-batu komponen candi berada di bawah batu gundul atau polder,” katanya.

Kalau melihat latar belakang agamanya, katanya, situs ini merupakan peninggalan zaman Hindu karena ada yoni dan arca Ganesa. Kepala Desa Candisari Ceper Tarwidi mengatakan sebelum dilakukan ekskavasi, warga sering menemukan komponen batuan candi di sekitar lokasi yang saat ini diekskavasi.

“Banyak ditemukan batu-batu berrelief, paling menonjol adalah temuan kepala arca yang sekarang sudah di Kantor BPCB di Prambanan,” katanya.

Advertisement

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Advertisement
Kata Kunci :
Advertisement
Berita Terkait
Advertisement

Hanya Untuk Anda

Inspiratif & Informatif