Jateng
Senin, 1 Agustus 2016 - 11:50 WIB

BPJS Kesehatan Nyatakan Jateng Bebas Kartu Palsu

Redaksi Solopos.com  /  Rahmat Wibisono  | SOLOPOS.com

SOLOPOS.COM - Ilustrasi kartu BPJS Kesehatan. (JIBI/Solopos/Dok.)

BPJS Kesehatan menjamin tak ada kartu palsu yang beredar di Jawa Tengah (Jateng).

Semarangpos.com, SEMARANG — BPJS Kesehatan memastikan bahwa Jawa Tengah (Jateng) terbebas dari kartu palsu jaminan kesehatan nasional (JKN) kartu Indonesia sehat (KIS). Kepastian itu dikemukakan Kepala Departemen Hukum, Komunikasi Publik, Kepatuhan dan Keuangan BPJS Kesehatan Divisi Regional VI Jawa Tengah-DIY Wahyu Giyanto di Semarang, Minggu (31/7/2016).

Advertisement

“Wilayah Divisi Regional VI terbebas dari kartu JKN KIS palsu, namun demikian perlu dukungan dari semua pihak untuk terbebas dari hal tersebut,” kata Wahyu Giyanto.

Wahyu Giyanto berharap masyarakat dapat terlibat aktif untuk menghindari adanya kartu JKN KIS palsu di antaranya dengan mendaftar melalui tempat pendaftaran resmi BPJS Kesehatan, yakni bisa melalui layanan dalam jaringan https://www.bpjs-kesehatan.go.id/bpjs/, kantor layanan BPJS Kesehatan, atau melalui pendaftaran kelompok usaha resmi yang dipercaya masyarakat seperti koperasi unit desa (KUD).

Untuk memastikan kartu asli bisa dengan cara melakukan pengecekan kepesertaan kartu di laman https://www.bpjs-kesehatan.go.id/bpjs/ pada menu cek iuran peserta, telepon ke nomor layanan BPJS Kesehatan 1500400 dan pembayaran menggunakan auto debet ke rekening virtual di bank yang bekerja sama dengan BPJS Kesehatan.

Advertisement

Pembayaran iuran bulanan untuk peserta dengan manfaat pelayanan di ruang perawatan kelas III Rp25.500/orang, manfaat pelayanan di ruang perawatan kelas II Rp51.000/orang dan manfaat pelayanan di ruang perawatan kelas I Rp80.000/orang. “Selain itu yang perlu diingat jangan sampai terlambat membayar iuran, karena jika terlambat lebih dari satu bulan menyebabkan kepesertaannya tidak aktif dan dapat terkena denda 2,5% dari biaya pelayanan kesehatan untuk setiap bulan tertunggak apabila memerlukan biaya rawat inap pada masa tenggang 45 hari setelah kartu aktif,” katanya.

Wahyu menambahkan untuk pencapaian kepesertaan Program JKN KIS di wilayah kerja Divisi Regional VI sampai dengan Juli 2016 mencapai 70% dari total penduduk (jumlah kepesertaan 24,9 juta jiwa dari total penduduk 35,8 juta jiwa). Untuk wilayah Jawa Tengah sendiri mencapai 69 persen dari total penduduk (jumlah kepesertaan 22,2 juta jiwa dari total penduduk 32,4 juta jiwa), sedangkan untuk wilayah DIY mencapai 77% dari total penduduk (jumlah kepesertaan 2,7 juta jiwa dari total penduduk 3,4 juta jiwa).

 

Advertisement

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Advertisement
Advertisement
Berita Terkait
Advertisement

Hanya Untuk Anda

Inspiratif & Informatif