Jateng
Minggu, 4 Desember 2022 - 19:41 WIB

Bus Kecelakaan di Sarangan, Begini Cerita Warga Semarang Tolak Ikut Wisata

Adhik Kurniawan  /  Imam Yuda Saputra  | SOLOPOS.com

SOLOPOS.COM - Ilustrasi kecelakaan bus. (Freepik.com)

Solopos.com, SEMARANG — Bus PO Semeru Putra Transindo yang mengangkut rombongan wisata asal Manyaran, Kota Semarang, mengalami kecelakaan di Jalan Raya Sarangan, Kabupaten Magetan, Jawa Timur (Jatim), Minggu (4/12/2022) siang. Kecelakaan itu pun menyebabkan tujuh orang meninggal dunia, di mana enam orang di antaranya warga RT 005 RW 002 Manyaran, Kota Semarang.

Sejumlah warga Manyaran yang berduka mengaku sempat mau ikut bergabung dalam rombongan yang hendak melakukan wisata ke Tawangmangu, Karanganyar, dan Telaga Sarangan, Magetan, Jatim.

Advertisement

Meski demikian di saat-saat terakhir, mereka menolak ikut rombongan wisata itu. Salah satunya adalah Asih, perempuan berusia 60 tahun itu mengaku sedih saat mendengar kabar kecelakaan bus yang mengangkut warganya pada pukul 12.00 WIB.

Ia pun mengaku anaknya turut serta dalam rombongan yang mengalami kecelakaan dan mengalami luka-luka. Meski demikian, anaknya dilaporkan selamat dan saat ini masih menjalani perawatan di rumah sakit di Magetan.

Advertisement

Ia pun mengaku anaknya turut serta dalam rombongan yang mengalami kecelakaan dan mengalami luka-luka. Meski demikian, anaknya dilaporkan selamat dan saat ini masih menjalani perawatan di rumah sakit di Magetan.

“Laki-laki, sudah dewasa, sudah menikah. Tapi, berangkat sendiri tadi. Namanya, Agung Slamet Widodo,” ujar Asih saat dijumpai Solopos.com di rumahnya, Minggu petang.

Baca juga: Bus Masuk Jurang di Sarangan Sebabkan 7 Orang Meninggal, Polisi: Termasuk Sopir

Advertisement

“Saya tadinya mau ikut, diajakin anak saya. Tapi firasatnya enggak enak, enggak ikut saya. Tapi anak saya tetap ikut, katanya eman-eman [sayang] sudah bayar,” jelasnya.

Asih mengaku setiap warga yang ikut wisata ke Sarangan itu dipungut biaya Rp300.000. Uang tersebut sudah dibayarkan sejak jauh hari.

“Sudah saya bilang, enggak apa-apa [kehilangan uang Rp300.000]. Hitung-hitung [uang] buat amal,” jelasnya.

Advertisement

Baca juga: Bus Wisata Masuk Jurang di Sarangan Ternyata Bawa Rombongan dari Semarang

Selain mempunyai firasat tidak enak, Asih enggan ikut rombongan wisata karena takut dengan medan perjalanan ke Sarangan yang cukup berliku. Ia tahu hal itu karena pernah ke tempat wisata di lereng Gunung Lawu itu sebelum pandemi Covid-19.

“Dulu pernah ke sana, naik bus juga. Jalannya sempit, melewati jurang. Menakutkan, enggak mau lagi,” ujarnya.

Advertisement

Diberitakan sebelumnya, bus yang mengangkut rombongan wisata asal Manyaran Semarang itu jatuh ke jurang sedalam 20 meter saat hendak menuju ke Sarangan. Bus berpelat nomor H 1470 AG itu diduga mengalami kerusakan rem hingga tak terkendali saat melaju di jalanan menurun.

Advertisement
Advertisement
Berita Terkait
Advertisement

Hanya Untuk Anda

Inspiratif & Informatif