Jateng
Kamis, 13 April 2023 - 21:36 WIB

Demo di Depan Kantor Gubernur Jateng Ricuh, Lima Orang Ditangkap

Newswire  /  Imam Yuda Saputra  | SOLOPOS.com

SOLOPOS.COM - Demo mahasiswa di depan Kantor Gubernur Jateng, Kota Semarang, Kamis (13/4/2023). (Solopos.com-Adhik Kurniawan)

Solopos.com, SEMARANG — Aparat kepolisian menangkap lima orang peserta ujuk rasa atau demo yang berujung ricuh di depan Kantor Gubernur Jateng, Kota Semarang, Kamis (13/4/2023) sore. Demo yang mayoritas diikuti mahasiswa itu menolak UU Cipta Kerja.

“Ada lima orang [yang ditangkap],” ujar Kapolrestabes Semarang, Kombes Pol. Irwan Anwar, Kamis.

Advertisement

Kericuhan pecah menyusul polisi yang bertindak tegas setelah massa memaksa masuk ke dalam kompleks Kantor Gubernur Jateng di Jalan Pahlawan, Kota Semarang. Mahasiswa sempat melemparkan sejumlah benda ke dalam halaman Kantor Gubernur Jawa Tengah, termasuk bangkai tikus.

Petugas juga beberapa kali meminta para peserta demo tidak melakukan provokasi dalam aksinya. Polisi menembakkan meriam air dan gas air mata untuk menghalau mahasiswa agar mundur dari depan gerbang Kantor Gubernur Jateng.

Meski demikian, kericuhan tidak berlangsung lama. Arus lalu lintas di Jalan Pahlawan, Kota Semarang, juga kembali lancar setelah para peserta aksi membubarkan diri pada petang hari.

Advertisement

Diberitakan Solopos.com sebelumnya, aksi demo mahasiswa menolak UU Cipta Kerja di depan Kantor Gubernur Jawa Tengah (Jateng), Jalan Pahlawan, Kota Semarang, diwarnai kericuhan. Aksi demo turut diwarnai tembakan gas air mata dari polisi setelah peserta aksi merusak gerbang atau pagar kompleks Kantor Pemprov Jateng itu.

Pantauan Solopos.com, ratusan mahasiswa mulai memadati Jalan Pahlawan sekitar pukul 15.00 WIB. Tampak security barrier yang sekilas seperti kawat berduri tampak memisahkan antara aparat kepolisian dengan para aksi massa yang tengah berorasi.

“Kita mahasiswa, kita tidak perlu takut memperjuangankan apa yang seharusnya di perjuangkan. Ini sumpah kami [mahasiswa]. Tidak perlu takut berhadapan dengan aparat-aparat di sana [depan aksi massa]. Kami tolak UU Cipta Kerja,” seru seorang peserta aksi yang mengenakan jas almamater berwarna hijau.

Advertisement

Advertisement
Advertisement
Berita Terkait
Advertisement

Hanya Untuk Anda

Inspiratif & Informatif