SOLOPOS.COM - Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo, dan Menko Perekonomian, Airlangga Hartarto, seusai menggelar rakor terkait percepatan sejumlah PSN di Jateng, termasuk Tol Semarang Demak, di Jakarta, Senin (17/7/2023). (Solopos.com-Humas Pemprov Jateng)

Solopos.com, SEMARANG — Proses pembangunan jalan Tol Semarang Demak bakal dipercepat. Hal ini diputuskan setelah pemerintah pusat menggelar rapat koordinasi dengan Gubernur Jawa Tengah (Jateng), Ganjar Pranowo, terkait percepatan sejumlah proyek strategis nasional (PSN), termasuk jalan tol Trans Jawa ruas Semarang-Demak.

“Pagi ini untuk Tol Semarang Demak dilakukan sosialisasi, karena beberapa lahan di sana masuk kategori tanah musnah. Sehingga, cara ganti untung masyarakat betul-betul bisa terlindungi,” kata Ganjar seusai rapat koordinasi dengan sejumlah menteri di Gedung Aali Wardana lantai ketiga, Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta Pusat, Senin (17/7/2023).

Promosi Aset Kelolaan Wealth Management BRI Tumbuh 21% pada Kuartal I 2024

Menurut Ganjar, percepatan penyelesaian pembangunan jalan Tol Semarang Demak sangat dibutuhkan. Selain berfungsi meningkatkan pertumbuhan ekonomi, keberadaan ruas tol itu juga berperan sebagai tembok laut (sea wall) yang melindungi wilayah di sebelah selatan proyek dari ancaman abrasi dan rob.

“Ini semacam tanggul atau sea wall yang secara bagian per bagian kita selesaikan. Jadi kalau tol ini jadi, ruas Semarang-Demak ini akan jadi satu tanggul yang cukup panjang, dan di sisi dalam atau berada di kawasan daratan yang kemarin digenangi air besok akan kering,” lanjutnya.

Selain itu, Ganjar juga meminta percepatan dalam pengembangan kawasan industri Batang dan Kendal guna menarik lebih banyak lagi investasi masuk ke Jateng.

“Tadi Pak Menko [Menko Perekonomian Airlangga Hartarto] sampaikan ada dua kawasan industri yang berkembang cukup pesat, yakni Kawasan Industri Kendal yang masih butuh sea port. Maka [Kementerian] Perhubungan akan segera mengkaji agar sea port nya segera jadi. Yang kedua, jetty [dermaga] yang ada di kawasan industri Batang, agar ini bisa dibangun paralel sehingga nanti industri tumbuh, dan keluar masuk [barang] lewat jetty ini bisa lebih cepat,” tambahnya.

Pipa Gas Cirebon-Semarang

Dalam rakor yang dihadiri Menko Perekonomian, Menteri PUPR, Menteri Perindustrian, Wamen ATR, perwakilan Bappenas dan Kemenkeu, serta Menteri Perhubungan ini, Ganjar juga menyampaikan agar proyek jaringan pipa gas Cirebon-Semarang (CISEM) bisa dipercepat penyelesaiannya.

“Suplai gas dengan harga yang pernah menjadi komitmen bersama [ke kawasan industri], sehingga pemasangan pipa yang saat ini sedang dilakukan Cirebon dan Semarang atau Program CISEM ini mudah-mudahan bisa dipercepat. Karena ini yang menjadi mangnet investasi masuk cukup besar ke Jawa Tengah,” ucap Ganjar.

Dilain pihak, Menko Perokonomian, Airlangga Hartarto, menyatakan keberadaan PSN ruas Tol Semarang Demak menjadi penting dan dibahas secara khusus dalam rakor tersebut.

“Tadi dibahas secara khusus, yaitu tol Semarang-Demak yang berfungsi sebagai tanggul laut. Dan ini bisa menjadi model untuk bisa dilanjutkan tidak hanya di Semarang, bahkan ini bisa ditarik di pantai utara Jawa. Bappenas telah melakukan studi yang sering disebut sebagai giant sea wall,” kata Airlangga.

Sedang untuk percepatan Kawasan Ekonomi Khusus Kendal dan Batang, Airlangga menyatakan pihaknya akan terus membahasnya bersama Pemprov Jateng.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Solopos.com di Saluran WhatsApp dengan klik Soloposcom dan Grup Telegram "Solopos.com Berita Terkini" Klik link ini.
Solopos Stories
Honda Motor Jateng
Honda Motor Jateng
Rekomendasi
Berita Lainnya