Jateng
Minggu, 5 Juli 2020 - 08:41 WIB

Hiks... Bayi Usia 7 Hari di Kudus Positif Covid-19, Ibunya Juga

Newswire  /  Chelin Indra Sushmita  | SOLOPOS.com

SOLOPOS.COM - Ilustrasi ibu dan bayi positif Covid-19. (Freepik)

Solopos.com, KUDUS – Seorang bayi laki-laki berusia tujuh hari di Kudus, Jawa Tengah, dinyatakan positif terjangkit Covid-19. Ibu dari bayi tersebut juga terpapar virus corona.

Saat ini, ibu dan bayi laki-laki tersebut tengah menjalani perawatan di rumah sakit. Hal tersebut disampaikan Juru Bicara Gugus Tugas Covid-19 Kudus, Andini Aridewi.

Advertisement

Kisah Suroto Magelang, 10 Tahun Kurung Diri di Kamar Sejak Erupsi Merapi Tak Pernah Mandi 

“Baru saja [Sabtu ini] info dari rumah sakit. Ibu bayi [bayi laki-laki yang berusia tujuh hari sebelumnya konfirmasi positif corona] terkonfirmasi positif corona. Namun belum ternotifikasi hari ini,” katanya seperti dikutip dari Detik.com, Minggu (5/6/2020).

Bayi dan ibunya yang positif Covid-19 di Kudus itu kini menjalani perawatan dan dilaporkan dalam kondisi baik. Pihak Gugus Tugas pun sedang melakukan tracing kepada orang yang pernah kontak erat dengan pasien tersebut.

Advertisement

Dear Pendaki, Suhu di Puncak Gunung Lawu Tembus 3 Derajat Celsius, Awas Beku!

Kasus ini diketahui saat sang ibu melahirkan di rumah sakit dan menjalani rapid test dengan hasil reaktif. Selanjutnya, ibu dan bayi yang dilahirkan di Kudus itu langsung menjalani tes swab dan hasilnya positif Covid-19.

Sebagai informasi, bayi positif Covid-19 tersebut dirawat di RS Mardi Rahayu Kudus sejak 2 Juli 2020. Kondisinya baik lantaran tidak memiliki penyakit penyerta.

Advertisement

Kasus Covid-19 Grobogan Tembus 127, Tambah 18 Pasien dalam 4 Hari 

Sementara itu adapun data jumlah pasien Covid-19 di Kudus per Sabtu (4/7)/2020 malam, tercatat sebanyak 279 orang. Sebanyak 80 kasus di antaranya merupakan warga dari luar daerah yang dirawat di Kudus.

Sedangkan jumlah kasus warga Kudus yang terkonfirmasi positif Covid-19 sebanyak 199 kasus. Ada sebanyak 43 pasien yang masih dirawat, sebanyak 67 orang isolasi mandiri, 18 kasus meninggal dunia, dan sebanyak 71 kasus sembuh.

Advertisement
Advertisement
Berita Terkait
Advertisement

Hanya Untuk Anda

Inspiratif & Informatif