Jateng
Rabu, 13 Maret 2024 - 23:29 WIB

Hujan Tak Kunjung Reda, Sebagian Besar Semarang Banjir

Adhik Kurniawan  /  Imam Yuda Saputra  | SOLOPOS.com

SOLOPOS.COM - Kondisi banjir di Jalan Pahlawan atau arah Simpang Lima Semarang, Rabu (13/3/2024) malam. (Solopos.com/Adhik Kurniawan).

Solopos.com, SEMARANG — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Semarang, Jawa Tengah (Jateng), mulai mendirikan pengungsian dan dapur umum di halaman belakang Balai Kota Semarang, Rabu (13/3/2024) malam. Hal itu menyusul hujan deras disertai angin kencang yang tak kunjung reda hingga membuat sebagian besar wilayah di Kota Semarang tergenang banjir dengan ketinggian air mencapai 1 meter.

Informasi yang dihimpun Solopos.com, banjir kali ini nyaris merata menggenangi seluruh akses jalan di Ibu Kota Jawa Tengah. Namun, catatan BPBD Kota Semarang, hanya ada tiga kecamatan yang ketinggian airnya cukup parah yakni di Genuk, Pedurungan dan Semarang Utara.

Advertisement

Bahkan di Simpang Lima Semarang, ketinggian banjir atau air sudah mencapai selutut orang dewasa. Tampak beberapa pengendara memilih jalan memutar daripada harus menerjang banjir di Jalan Pahlawan.

“Konsentrasi kita sudah mulai melakukan evakuasi [warga], khususnya warga lanjut usia [lansia] dan balita. Sepeti di Muktiharjo Lor yang ketinggian airnya sudah 1 meter,” kata Kepala BPBD Kota Semarang, Endro P Martanto, kepada Solopos.com, Rabu (13/3/2024) malam.

Oleh sebab itu, BPBD Kota Semarang saat ini sudah mulai mendirikan tempat pengungsian dan dapur umum di halaman belakang Balai Kota Semarang. Pendirian tersebut bertujuan untuk penggandaan nasi bungkus dan distribusi aspek-aspek kebutuhan lain bagi warga terdampak.

Advertisement

“Ini dalam proses [evakuasi]. Karena intensitas air di luar dugaan kita. Kami imbau masyarakat tidak usah panik. Namun tetap kurangi aktivitas di luar, karena situasi angin dan hujan masih membahayakan,” tuturnya.

 

Advertisement
Advertisement
Advertisement
Berita Terkait
Advertisement

Hanya Untuk Anda

Inspiratif & Informatif