Jateng
Selasa, 23 Mei 2023 - 22:59 WIB

IHK Tertinggi di Jawa, Batang Jadi Sasaran Gerakan Pangan Murah

Newswire  /  Imam Yuda Saputra  | SOLOPOS.com

SOLOPOS.COM - Warga sedang membeli kebutuhan pokok pada acara Gerakan Pangan Murah yang digelar Pemprov Jateng di Batang, Jateng, Selasa (23/5/2023). (Solopos.com-Antara/Humas Pemkab Batang)

Solopos.com, BATANG — Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah (Jateng) berupaya menjaga ketersediaan pasokan dan harga pangan di Kabupaten Batang melalui gerakan pangan murah. Batang dipilih sebagai daerah untuk menggelar program gerakan pangan murah menyusul indeks harga konsumen (IHK) di daerah ini tergolong tinggi, bahkan tertinggi di Pulau Jawa.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Jateng, Dyah Lukisari, mengatakan program gerakan pangan murah merupakan langkah untuk mengurangi dampak inflasi dan mendukung kestabilan pasokan dan harga pangan.

Advertisement

“Gerakan ini rutinitas kami lakukan dalam rangka menjaga ketersediaan pasokan dan harga pangan, sekaligus untuk mengendalikan dampak inflasi,” kata Dyah di Batang, Selasa (23/5/2023).

Dikatakan, dipilihnya Kabupaten Batang pada program gerakan pangan murah ini karena indeks harga konsumennya tertinggi di Pulau Jawa.

“Oleh karena itu, kami menghadirkan para gapoktan, BUMN, dan BUMD untuk menjual produknya di Batang dengan dibantu uang transpornya dari kami. Jadi, produk bahan pokok yang dijual lebih murah daripada di pasar,” katanya.

Advertisement

Pada kegiatan ini, harga telur dijual Rp27.000 per kg atau lebih rendah dibanding harga di pasaran yang mencapai Rp31.000 per kg. Sementara beras kemasan 50 kg dijual Rp50.000 dan bawang merah Rp22.000 per kg.

“Kegiatan gerakan pangan murah ini akan dijual sejumlah komoditas dengan harga lebih murah daripada di pasar,” katanya.

Dyah juga mengatakan rencananya Pemerintah Kabupaten Batang juga akan menggelar dua agenda gerakan pangan murah pada Juni 2023.

Advertisement

Penjabat Sekretaris Daerah Kabupaten Batang, Ari Yudianto, menyampaikan terima kasih pada Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Tengah yang berkontribusi mendukung ketahanan pangan di daerah ini.

“Melihat kondisi saat ini semua harga kebutuhan pangan pokok naik sehingga saat ada gerakan pangan murah warga langsung menyerbu ke lokasi. Kami menyediakan 1 ton telur yang langsung habis dibeli warga,” katanya.

Advertisement
Advertisement
Berita Terkait
Advertisement

Hanya Untuk Anda

Inspiratif & Informatif