SOLOPOS.COM - Ilustrasi inflasi (JIBI/Harian Jogja/Reuters)

Inflasi Jateng yang bulan lalu masih 0,39%, mendadak deflasi hingga 0,46%.

Semarangpos.com, SEMARANG — Penurunan harga sejumlah komoditas seperti cabai, bensin, dan tarif listrik berakibat terjadinya deflasi di Jawa Tengah pada April 2016. Deflasi Jateng itu mencapai 0,46% dengan indeks harga konsumen sebesar 122,04.

Promosi BRI Borong 12 Penghargaan 13th Infobank-Isentia Digital Brand Recognition 2024

“Berdasarkan data kami, komoditas yang memberikan sumbangan terbesar terjadinya deflasi adalah bensin, cabai merah, beras, cabai rawit, dan tarif listrik,” kata Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Tengah Margo Yuwono di Semarang, Senin (2/5/2016).

Beberapa waktu lalu, catat Kantor Berita Antara, bahan bakar minyak (BBM) jenis solar dan Premium mengalami penurunan harga Rp500/liter. Harga Premium yang semula Rp7.050/liter menjadi Rp6.550/liter, sedangkan harga solar yang semula Rp5.650/liter menjadi Rp5.150 liter.

Jika dilihat penurunan harga setiap kelompoknya, di antaranya terjadi pada kelompok transportasi, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 1,80%, kelompok bahan makanan sebesar 1,12%, dan kelompok perumahan, air, listrik, gas, dan bahan bakar sebesar 0,01%.

Meski demikian, tidak seluruh komoditas memberikan dampak terhadap deflasi. Data dari Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan, ada kenaikan harga di sejumlah komoditas yang berdampak pada inflasi, di antaranya kenaikan harga pada minyak goreng, bawang merah, kontrak rumah, dan bawang putih.

Untuk kenaikan harga pada kelompok makanan jadi, minuman, rokok, dan tembakau tercatat mencapai 0,22%, kelompok kesehatan sebesar 0,18%, kelompok sandang sebesar 0,09%, dan kelompok pendidikan, rekreasi, dan olahraga sebesar 0,07%.

Sementara itu, dilihat dari masing-masing kota survei biaya hidup di Jawa Tengah, masing-masing kota mengalami deflasi. Deflasi tertinggi terjadi di Kota Kudus dan Tegal sebesar 0,63%, Kota Semarang sebesar 0,50%, Kota Purwokerto sebesar 0,45%, Kota Cilacap sebesar 0,38%, dan Kota Solo sebesar 0,19%.

Sebelumnya, pada Maret 2016, Jawa Tengah mengalami inflasi sebesar 0,39% dengan IHK 122,60. Jika dilihat dari tahun kalender, laju inflasi bulan April 2016 sebesar 0,17% atau lebih tinggi dibandingkan dengan inflasi periode yang sama pada tahun sebelumnya, yaitu mengalami deflasi sebesar 0,63%.

Sedangkan laju inflasi untuk periode year on year (yoy) pada April 2016 mencapai 3,56%. Angka itu lebih rendah dibandingkan dengan laju inflasi yoy April 2015 yang mengalami inflasi sebesar 5,99%.

 

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Solopos.com di Saluran WhatsApp dengan klik Soloposcom dan Grup Telegram "Solopos.com Berita Terkini" Klik link ini.
Solopos Stories
Honda Motor Jateng
Honda Motor Jateng
Rekomendasi
Berita Lainnya