SOLOPOS.COM - Pelaku begal payudara di Kota Semarang Destuasi Bram Aldio (25) saat dihadirkan dalam jumpa pers di Polrestabes Semarang, Senin (5/2/2024) (Ria Aldila Putri)

Solopos.com, SEMARANG — Aparat Polrestabes Semarang, Jawa Tengah (Jateng), meringkus Destuasi Bram Aldio, 25, pelaku begal payudara yang kerap mengincar pelajar putri dan perempuan pekerja pabrik. Destuasi mengaku bahkan sudah menjalankan aksinya sebanyak delapan kali.

Meski demikian, aksi Destuasi akhirnya terhenti setelah dirinya tertangkap warga seusai melecehkan seorang pelajar SMK di Jalan Barito, Kelurahan Rejosari, Kecamatan Semarang Timur, Kota Semarang, Rabu (31/1/2024). Seusai meremas payudara korban, pemuda berusia 25 tahun itu hendak kabur dengan memacu sepeda motornya. Namun, nahas baginya karena tertabrak mobil sehingga langsung diringkus warga sekitar.

Promosi Strategi Telkom Jaga Jaringan Demi Layanan Telekomunikasi Prima

Wakil Kepala Satuan Reserse dan Kriminal (Reskrim) Polrestabes Semarang, Kompol Aris Munandar, mengatakan berdasarkan hasil pemeriksaan yang dilakukan diketahui jika pelaku begal payudara itu memiliki kelainan.

“Untuk pemeriksaan dari Unit PPA, pelaku memang punya kelainan atau kesenangan yang tidak sewajarnya,” katanya dalam jumpa pers di Polrestabes Semarang, Senin (5/2/2024).

Ia menyebut pelaku telah menjalankan aksinya sebanyak 8 kali di lokasi yang berbeda-beda. Bahkan di hari yang sama saat dia ditangkap, ia juga melakukan aksinya di Jalan Gajah, atau tepatnya di depan Kantor Radio Pop FM, Kecamatan Gayamsari.

“Korbannya berinisial PEV, usia 22 tahun,” ungkap Kompol Aris.

Ia menjelaskan, korban di Gayamsari itu juga sudah membuat laporan ke kepolisian terkait tindakan cabul pelaku usai beritanya ramai dibicarakan. “TKP Gayamsari itu terungkap karena di Jalan Barito itu viral karena korban tahu motor dan pakaian yang dipakai oleh pelaku. Jadi modusnya itu pelaku meremas payudara korban,” jelasnya.

Ia pun meminta kepada masyarakat atau korban dari pelaku untuk melapor ke kepolisian. Ia menduga masih ada korban yang belum diungkap oleh pelaku begal payudara yang meresahkan warga Semarang itu.

“Perkara ini sedang kami tindaklanjuti. Kini sedang dikembangkan manakala perbuatan sama untuk di wilayah lain dan untuk korban lainnya bisa melapor,” tegasnya.

Sementara itu, dihadapan polisi dan awak media, pelaku mengaku dalam kondisi mabuk saat mekukan begal payudara terhadap siswi SMK di Semarang itu. “Iya saya lagi mabuk. Pengin saja,” terangnya.

Pria pengangguran ini juga mengaku menyasar pelajar dan karyawan paabrik. Sasarannya pun ditentukan secara acak atau siapa saja yang ditemui di jalan.

Saat ini pelaku dan barang bukti sudah diamankan di Polrestabes Semarang untuk pemeriskaan lebih lanjut. Atas kejahatannya, pelaku dijerat pasal 289 KUHP dan 281 KUHP terancam 9 tahun penjara

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Solopos.com di Saluran WhatsApp dengan klik Soloposcom dan Grup Telegram "Solopos.com Berita Terkini" Klik link ini.
Solopos Stories
Honda Motor Jateng
Honda Motor Jateng
Rekomendasi
Berita Lainnya