Jateng
Senin, 11 Oktober 2021 - 18:03 WIB

Kabar Baik! 14 Daerah di Jateng Nol Kasus Kematian Covid-19

Imam Yuda Saputra  | SOLOPOS.com

SOLOPOS.COM - Kadinkes Jateng, Yulianto Prabowo. (Semarangpos.com/Imam Yuda S.)

Solopos.com, SEMARANG — Sebanyak 14 daerah di Jawa Tengah (Jateng) dilaporkan nihil kasus kematian akibat Covid-19 pada awal Oktober 2021, atau dalam kurun waktu sepekan terakhir.

Hal ini disampaikan Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Jateng, Yulianto Prabowo, saat mengikuti rapat penanganan Covid-19 di Kantor Pemprov Jateng, Senin (11/1/2021).

Advertisement

Yulianto menyebut dengan tidak ditemukannya kasus kematian di 14 daerah itu, menandakan persebaran Covid-19 di Jateng sudah terkendali.

Baca juga: Innalillahi! 128 Nakes di Jateng Meninggal karena Covid-19, 64 Dokter

Advertisement

Baca juga: Innalillahi! 128 Nakes di Jateng Meninggal karena Covid-19, 64 Dokter

“Hingga pekan ke-40 [4-10 Oktober 2021], selama sepekan tidak ada kasus kematian [akibat Covid-19],” ujar Yulianto.

Ke-14 daerah tanpa kasus kematian Covid-19 itu yakni Batang, Boyolali, Grobogan, Jepara, Karanganyar, Kendal, dan Kota Magelang. Kemudian Kota Pekalongan, Kota Salatiga, Kota Tegal, Kudus, Kabupaten Pekalongan, dan Temanggung.

Advertisement

Kasus kematian Covid-19 itu, lanjut Yulianto rata-rata disebabkan faktor komorbiditas, usia lanjut, dan belum menerima vaksin. Meski demikian, pihaknya masih akan melakukan kajian secara mendetail terkait masih adanya kasus kematian akibat Covid-19 di Jateng.

“Yang mencatatkan adanya kasus kematian, jumlahnya satu orang itu di Banjarnegara, Brebes, Demak, Pati, Pemalang, Purworejo, Rembang, Kabupaten Semarang, Kabupaten Tegal, dan Wonosobo,” ungkapnya.

Baca juga: Jateng Bersiap Hadapi Gelombang Ketiga Covid-19 saat Libur Akhir Tahun

Advertisement

Sementara itu, Gubernur Jatenng, Ganjar Pranowo, kembali mengingatkan kepada pemerintah kabupaten/kota dan masyarakat agar tidak lalai dalam menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19. Meski pun diakuinya kasus Covid-19 di Jateng terus mengalami tren penurunan.

Namun ia tetap meminta seluruh elemen masyarakat di Jateng untuk mewaspadai lonjakan kasus, terlebih mendekati libur panjang akhir tahun atau Natal dan tahun baru (nataru).

Ia mewanti-wanti agar tidak muncul gelombang ketiga Covid-19. Caranya, dengan menggenjot vaksinasi.

Advertisement

“Saya sampaikan bupati, wali kota tidak lengah terhadap pengawasan masyarakat. Masker yang paling utama tidak boleh dicopot, maka mereka yang beraktivitas ekonomi, ibadah, sekolah mereka berada dalam kondisi prokes yang ketat,” pungkas Ganjar.

Advertisement
Advertisement
Berita Terkait
Advertisement

Hanya Untuk Anda

Inspiratif & Informatif