SOLOPOS.COM - Pengamat politik dari Unsoed Purwokerto Ahmad Sabiq. (JIBI/Solopos/Antara/Ahmad Sabiq)

Pilkada 2018 menuntut pasangan calon peserta pemilu lokal itu kreatif dalam berkampanye.

Semarangpos.com, PURWOKERTO — Pasangan calon yang akan bertarung pada Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pilkada) Jawa Tengah maupun Banyumas Tahun 2018 ini dituntut kreatif dalam berkampanye.

Promosi Strategi Telkom Jaga Jaringan Demi Layanan Telekomunikasi Prima

Saran itu disampaikan pengamat politik dari Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto Ahmad Sabiq. “Perlu ada kampanye-kampanye yang kreatif. Mungkin tidak bisa mengambil model kampanye-kampanye konvensional seperti pada masa-masa sebelumnya,” katanya di Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jateng, Jumat (2/3/2018).

Menurut dia, kreativitas dalam kampanye itu diperlukan karena generasi sekarang merupakan generasi milenial sehingga perlu adanya kampanye yang menarik termasuk menggunakan media sosial. Selain murah, kata dia, kampanye menggunakan media sosial lebih bisa diakses oleh banyak orang karena pengguna Internet saat sekarang sangat banyak.

“Dari pengamatan saya, para kandidat pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Jawa Tengah maupun pasangan calon bupati dan wakil bupati Banyumas belum maksimal memanfaatkan media sosial untuk berkampanye,” kata dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Unsoed itu. Kalaupun ada yang telah memanfaatkan media sosial untuk berkampanye, imbuh dia, maka hal itu masih bersifat sporadis dari para pendukungnya, belum benar-benar kampanye yang tertata.

Menurut dia, para kandidat seharusnya sudah memanfaatkan media sosial secara maksimal untuk berkampanye karena masa kampanye berlangsung cukup panjang. Lebih lanjut, Sabiq mengakui dengan masa kampanye yang cukup panjang menyebabkan kampanye Pilkada Serentak 2018 terkesan kurang gereget.

“Oleh karena masa kampanyenya panjang, sekarang ini pasangan calon memilih kampanyenya langsung pada segmen masyarakat tertentu, kemudian di lokasi tertentu, misalnya berkunjung ke pasar, ke pengrajin tertentu, dan sebagainya,” katanya. Dengan belum adanya kampanye terbuka, kata dia, masa kampanye pilkada serentak 2018 terlihat sepi dan kurang gereget.

Terkait dengan hal itu, dia mengimbau para kandidat pasangan calon untuk kreatif dalam berkampanye sehingga tidak dilupakan oleh massa pendukung mereka sebagai dampak dari panjangnya masa kampanye.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Solopos.com di Saluran WhatsApp dengan klik Soloposcom dan Grup Telegram "Solopos.com Berita Terkini" Klik link ini.
Solopos Stories
Honda Motor Jateng
Honda Motor Jateng
Rekomendasi
Berita Lainnya