Jateng
Kamis, 27 Mei 2021 - 16:15 WIB

Kejar Percepatan Vaksinasi Lansia, Ganjar Ubah Pola Suntikan Vaksin

Bc  /  Arif Fajar Setiadi  | SOLOPOS.com

SOLOPOS.COM - Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo. (Solopos.com-Humas Pemprov Jateng)

Solopos.com, SEMARANG - Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo meminta pola penyuntikan vaksin terhadap lansia. Ganjar menargetkan pada minggu ini sampai minggu depan, vaksinasi lansia harus naik 100 persen.

Hal itu disampaikan Ganjar, usai menghadiri acara Gebyar Vaksinasi Lansia tahun 2021 yang digelar secara virtual di kantornya, Selasa (25/5). Secara umum, kata Ganjar, progres vaksinasi di Jawa Tengah bagus.

Advertisement

“Bagus, saya baru saja selesai acara, saya membuka secara daring percepatan vaksin dan ini dilakukan di Grobogan sekarang,” kata Ganjar.

Baca juga: Kudus Siapkan RS Cadangan Kapasitas 400 Tempat Tidur

Meski bagus, Ganjar mengakui jika pihaknya akan mengubah pola vaksinasi. Untuk mengejar target itu dalam vaksinasi lansia, Ganjar meminta agar pola penyuntikan diubah.

Advertisement

Jika sebelumnya, lanjut Ganjar, dosis vaksin yang ada disiapkan dan disiagakan sesuai dengan jumlah lansia untuk dua kali penyuntikan. Maka polanya diubah dengan menyuntikkan seluruh vaksin yang tersedia untuk lansia yang ada.

“Nah tahap kedua nanti kita order lagi, sehingga bisa dilakukan percepatan kepada lansia wabil khusus agar mereka bisa mendapatkan layanan vaksin lebih cepat lagi,” tegasnya.

Baca juga: Sekjen Kemenkes Sebut Capaian Vaksinasi Lansia Masih Rendah

Advertisement

Dari berubahnya pola, Ganjar menargetkan pada minggu ini sampai minggu depan vaksinasi terhadap lansia akan naik sampai 100 persen. Sehingga percepatan bisa dilakukan.

“Minggu depannya lagi kita coba naik 200 persen. Sehingga kalau bulan Juli nanti kita musti ditargetkan naik 300 persen, teman-teman sudah latihan semuanya,” tandasnya.

Di sisi lain, Ganjar mengatakan penanganan Covid-19 di Jawa Tengah saat ini difokuskan pada pemantauan pasca lebaran. Selain itu, beberapa daerah yang mengalami peningkatan dan muncul klaster dengan varian corona India juga menjadi perhatian.

 

Advertisement
Advertisement
Berita Terkait
Advertisement

Hanya Untuk Anda

Inspiratif & Informatif