Jateng
Jumat, 18 September 2015 - 12:50 WIB

KEKERINGAN JAWA TENGAH : Pembangunan 1.000 Embung Sulit Terealisasi, Ini Alasannya

Redaksi Solopos.com  /  Anik Sulistyawati  | SOLOPOS.com

SOLOPOS.COM - Ilustrasi embung (JIBI/Harian Jogja/Dok)

Kekeringan Jawa Tengah diharapkan bisa diatasi dengan pembangunan embung. Namun, pembangunan embung sepertinya akan terkendala penyediaan lahan.

Kanalsemarang.com, SEMARANG- Kalangan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Jawa Tengah menilai bahwa rencana pembangunan seribu embung oleh Pemerintah Provinsi Jateng mulai 2015 hingga beberapa tahun ke depan, sulit terealisasi terutama pada pengadaan lahan.

Advertisement

“Dari sisi kesiapan lahan, embung itu rata-rata dibangun di atas tanah kas desa, namun berdasarkan Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa disebutkan bahwa tidak boleh ada penghilangan aset berupa tanah kas desa,” kata anggota Komisi D DPRD Jateng Hadi Santoso di Semarang, Kamis (17/9/2015).

Ia mengungkapkan jika pengadaan lahan untuk pembangunan embung tetap dilakukan dengan penghapusan tanah kas desa maka harus dilakukan sistem tukar guling.

Advertisement

Ia mengungkapkan jika pengadaan lahan untuk pembangunan embung tetap dilakukan dengan penghapusan tanah kas desa maka harus dilakukan sistem tukar guling.

“Pemerintah kabupaten/kota atau pemerintah desa rata-rata merasa keberatan karena banyak yang terjerat kasus pidana saat melakukan tukar guling,” ujarnya.

Selain itu, kata dia, pembangunan seribu embung di Jateng untuk mengatasi kekeringan yang terjadi tiap tahun juga belum masuk pada dokumen perencanaan kerja pemerintah daerah 2016 dan rencana pembangunan jangka menengah daerah Jateng.

Advertisement

Politikus Partai Keadilan Sejahtera itu lebih memilih Pemprov Jateng mengoptimalkan revitalisasi 272 embung yang tersebar di 35 kabupaten/kota karena kondisinya yang tidak terawat dan rusak guna mengantisipasi dampak sosialnya.

“Ratusan embung di Jateng itu rusak karena sedimentasi yang tinggi, badan bendung dalam kondisi tidak baik, atau saluran irigasinya rusak,” ujarnya.

Menurut dia, rencana Pemprov Jateng lebih masuk akal jika akan membangun 100-200 embung, bukan seribu embung karena disesuaikan dengan keadaan yang ada saat ini.

Advertisement

Seperti diwartakan, Pemprov Jateng berencana membangun seribu embung untuk menghadapi dan mengantisipasi kekeringan panjang yang terjadi sejak beberapa bulan terakhir.

Kepala Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air Provinsi Jateng Prasetyo Budhie Yuwono menyatakan bahwa pembangunan embung menjadi kebutuhan penting sejumlah daerah karena setiap tahun selalu terjadi kekeringan.

“Embung-embung itu akan dibangun secara bertahap selama beberapa tahun mendatang,” katanya.

Advertisement

Advertisement
Advertisement
Berita Terkait
Advertisement

Hanya Untuk Anda

Inspiratif & Informatif