Jateng
Selasa, 18 Oktober 2022 - 23:27 WIB

Kian Marak! Bea Cukai Ungkap 712 Kasus Peredaran Rokok Ilegal di Jateng & DIY

Farodlilah Muqoddam  /  Imam Yuda Saputra  | SOLOPOS.com

SOLOPOS.COM - Kepala Direktorat Jenderal Bea Cukai Kanwil Jateng DIY, M. Purwantoro. (Solopos.com-Bisnis.com/Istimewa)

Solopos.com, SEMARANG — Direktorat Jenderal Bea Cukai (DJBC) Kantor Wilayah (Kanwil) Jateng-DIY mencatat adanya kenaikan penindakan terhadap peredaran rokok ilegal di wilayahnya pasca-pandemi Covid-19. Pada periode Januari – September 2022, jumlah penindakan peredaran rokok ilegal di Jateng dan DIY tercatat mencapai 712, dengan perkiraan nilai barang mencapai Rp67,43 miliar.

Jumlah penindakan itu lebih banyak dibanding tahun 2021 yang mencapai sekitar 535 kasus, dengan nilai barang mencapai Rp46,89 miliar.

Advertisement

“Selain menggencarkan penindakan, kami juga terus melakukan sosialisasi mengenai bahaya rokok ilegal. Kami sosialisasikan kenapa rokok harus dikasih cukai,” ujar Kepala DJBC Kanwil Jateng DIY, M. Purwantoro, di Semarang, Selasa (18/10/2022).

Sementara itu, Kepala Seksi Bimbingan, Kepatuhan dan Hubungan Masyarakat DJBC Kanwil Jateng DIY, Cahya Nugraha, mengatakan penindakan terhadap peredaran rokok ilegal cenderung meningkat setelah pandemi Covid-19. Hal tersebut dilakukan untuk mengatasi peredaran rokok ilegal yang juga semakin marak.

Penindakan terhadap rokok ilegal dilakukan terhadap rokok tanpa pita cukai, rokok dengan pita cukai palsu, rokok dengan pita cukai bekas, dan rokok dengan penggunaan pita cukai yang tidak sesuai. Dari total penindakan terhadap rokok ilegal tersebut, tercatat bahwa potensi penerimaan yang seharusnya diterima negara pada periode Januari-September 2022 mencapai Rp46,12 miliar. Nilai itu juga telah melampaui potensi penerimaan negara akibat peredaran rokok ilegal pada 2022 di wilayah Jateng-DIY pada tahun lalu, yakni senilai Rp30,85 miliar.

Advertisement

Baca juga: Bea Cukai Batam Musnahkan 95.400 Botol Miras dan Ribuan Rokok Ilegal

Di sisi lain, DJBC Kanwil Jateng DIY mencatatakan penerimaan cukai senilai Rp32,73 triliun per September 2022. Capaian tersebut setara dengan 67,22 persen dari target pada tahun ini yang ditetapkan Rp48,69 triliun.

Cahya optimistis target tersebut dapat dipenuhi karena biasanya penerimaan cukai pada akhir tahun cenderung lebih tinggi dibandingkan semester pertama. “Tarif cukai kan tiap tahun biasanya naik, sehingga perusahaan rokok mengambil strategi untuk membeli pita cukai di akhir tahun untuk digunakan pada tahun berikutnya. Jadi memang biasanya penerimaan cukai akan terakselerasi pada akhir tahun,” ujarnya.

Advertisement

Artikel ini telah tayang di Bisnis.com dengan judul Penindakan Rokok Ilegal Meningkat Pasca Pandemi.

Advertisement
Advertisement
Berita Terkait
Advertisement

Hanya Untuk Anda

Inspiratif & Informatif