Jateng
Senin, 23 Mei 2016 - 17:50 WIB

LEBARAN 2016 : Songsong Musim Mudik, Jalur Pantura Dikebut

Redaksi Solopos.com  /  Rahmat Wibisono  | SOLOPOS.com

SOLOPOS.COM - Peninggian permukaan jalan jalur pantai utara (pantura) Pulau Jawa. (JIBI/Solopos/Antara/Fitri Atmoko)

Lebaran 2016 disongsong Bina Marga Jateng dengan memfokuskan pekerjaan pada pembangunan jalan pantura.

Semarangpos.com, SEMARANG – Dinas Bina Marga Jawa Tengah (Jateng) memfokuskan pekerjaan pada pembangunan jalur jalan di pantai utara (pantura) Pulau Jawa untuk menghadapi arus mudik Lebaran 2016.

Advertisement

Kepala Dinas Bina Marga Jateng,  Bambang Nugroho Kristiaji, mengatakan proses pekerjaan pembangunan infrastruktur jalan dan jembatan sampai akhir Mei 2016 sudah mencapai lebih dari 20 %. ”Pekerjaan terus dikebut. Semoga pada arus mudik Lebaran mendatang jalur pantura dan pantai selatan sudah bisa nyaman dilalui pemudik, meski belum bisa rampung 100 persen,” kanya di sela Prime Topic dengan tema Mudik Selamat, Lebaran Nikmat yang digelar Sindo Trijaya FM di Semarang, Senin (23/5/2016).

Untuk pembangunan infrastruktur jalan dan jembatan tersebut, menurut Bambang, telah dialokasikan anggaran melalui APBD Jateng 2016 senilai Rp2,5 triliun. ”Kondisi jalan rusak parah di Jateng saat ini sepanjang 70 kilometer,” ujarnya tanpa memerinci lokasinya.

Sementara itu, Wakil Ketua Komisi D DPRD Jateng, Hadi Santoso dalam kesempatan sama berharap pada arus mudik Lebaran 2016 pekerjaan pembangunan jalan sudah rampung. Kendati begitu, dia meminta kepada Bina Marga Jateng agar tetap menjaga kualitas pekerjaan jalan, sehingga saat dilalui oleh para pemudik yang menggunakan kendaraan bisa nyaman dan aman.

Advertisement

“Kami harapkan pada arus mudik Lebaran mendatang tidak sampai terjadi kemacetan akibat adanya pekerjaan jalan. Bina Marga agar mempercepat pekerjaan, tentunya dengan tetap menjaga kualitasnya,” beber Hadi.

Dia menambahkan, tugas Bina Marga Jateng memang cukup berat dengan adanya peralihan status jalan kabupaten sepanjang 129 kilomter menjadi jalan provinsi pada Februari 2016. ”Kondisi jalan kabupaten yang telah beralih menjadi jalan provinsi memang belum sepenuhnya baik. Masyarakat agar menyadari ini,” harap anggota Dewan dari Wonogiri ini.

 

Advertisement

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Advertisement
Advertisement
Berita Terkait
Advertisement

Hanya Untuk Anda

Inspiratif & Informatif