Jateng
Kamis, 2 Februari 2023 - 19:32 WIB

Marak Isu Penculikan Anak SD di Semarang, Begini Pesan Wali Kota

Ponco Wiyono  /  Imam Yuda Saputra  | SOLOPOS.com

SOLOPOS.COM - Plt Wali Kota Semarang, Hevearita G. Rahayu, bersama Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Anak (DPPPA) Kota Semarang, Ulfi Imran Basuki, seusai kegiatan Sosialisasi Percepatan Penanggulangan Kemiskinan Kota Semarang di Room Inc Hotel, Selasa (25/10/2022). (Solopos.com-Ponco Wiyono)

Solopos.com, SEMARANG – Maraknya isu penculikan anak menjadi perhatian khusus Wali Kota Semarang, Hevearita G. Rahayu. Perempuan yang akrab disapa Ita ini pun meminta orang tua atau wali murid lebih meningkatkan kewaspadaan dalam menjemput putra-putrinya di sekolah.

“Sebelum orang tua menjemput, murid harus ada di dalam lingkungan sekolah. Lalu, orang tua juga harus memberikan kejelasan kepada anak. Kalau tidak menjemput ya siapa yang diminta menjemput harus jelas. Terus anak juga harus diberitahu agar tidak mudah menerima tawaran atau iming-iming dari orang tidak dikenal,” ujar Ita, Rabu (1/2/2023).

Advertisement

Sebelumnya, warga Kota Semarang dihebohkan dengan kabar percobaan penculikan seorang anak berusia 13 tahun di wilayah Pedurungan. Kasus ini pun saat ini masih ditelusuri aparat kepolisian.

Sementara itu, Ita meminta orang tua juga harus meningkat pengawasan terhadap anak, terutama saat bermain di luar sekolah.

“Usahakan kalau bermain masih di wilayah sendiri. Jika lingkungan di jaga satpam, saya harap bisa lebih siaga kepada orang luar yang masuk [ke lingkungan tempat tinggal],” jelas Ita.

Advertisement

Politikus PDIP yang baru saja dilantik sebagai Wali Kota Semarang itu menegaskan saat ini yang terpenting dari orang tua adalah memberikan perhatian kepada anak. “Jangan hanya mengandalkan sekolah atau guru yang kemampuannya kemungkinan terbatas,” imbuhnya.

Salah satu sekolah di Semarang yang segera bersiaga dalam menyikapi kasus penculikan anak adalah SDN 3 Sendangmulyo Kecamatan Tembalang. Melalui surat edaran, sang kepala sekolah mengimbau para orang tua agar para siswa saat pulang sekolah dijemput langsung oleh anggota keluarg.

Orang tua juga diimbau tidak terlambat saat menjemput dan selalu memantau jadwal kegiatan putra-putrinya.

Advertisement

Advertisement
Advertisement
Berita Terkait
Advertisement

Hanya Untuk Anda

Inspiratif & Informatif