Jateng
Senin, 15 Mei 2023 - 22:59 WIB

Mayat Perempuan Ditemukan di Kamar Indekos Semarang, Polisi Temukan Obat-obatan

Adhik Kurniawan  /  Imam Yuda Saputra  | SOLOPOS.com

SOLOPOS.COM - Ilustrasi penemuan mayat (Googleimage)

Soloopos.com, SEMARANG — Warga Jalan Tambak Boyo Raya, Kelurahan Siwalan, Kecamatan Gayamsari, Kota Semarang, digemparkan dengan penemuan mayat perempuan di sebuah kamar indekos di kawasan tersebut. Saat ditemukan, kondisi kamar indekos korban penuh dengan obat-obatan.

Korban diketahui berinisial NC, 36, warga Kecamatan Jatibarang, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah (Jateng). Penemuan mayat tersebut berawal dari kecurigaan pemilik indekos yang berusaha menagih uang sewa kamar kepada korban.

Advertisement

Namun saat ditagih melalui aplikasi perpesanan, korban tidak merespons. Pemilik indekos pun berusaha mendatangi kamar korban namun juga tidak ada jawaban.

Berdasarkan informasi penghuni indekos yang lain korban sudah tidak terlihat selama tiga hari. Kali terakhir terlihat, korban tengah masuk ke kamarnya.

Mengetahui informasi itu, pemilik indekos pun langsung mengintip melalui jendela kamar korban yang ternyata tidak dikunci. Saat itulah, pemilik indekos menemukan korban sudah meninggal dunia dengan kondisi terlentang dan wajahnya menghitam.

Advertisement

Mengetahui hal tersebut, pemilik indekos pun langsung menghubungi aparat yang berwenang. Korban kemudian dibawa aparat kepolisian ke RSUP dr Kariadi Semarang untuk dilakukan visum.

Kapolsek Gayamsari, Kompol Hengky Prasetyo, membenarkan peristiwa penemuan mayat perempuan di dalam kamar indekos itu. Ia menyebut peristiwa penemuan mayat itu terjadi pada Sabtu (13/5/2023) sekitar pukul 10.00 WIB.

“Iya [ada temuan mayat perempuan di kamar indekos]. Tapi sudah kemarin [Sabtu, 13 Mei 2023],” ujar Kapolsek Gayamsari kepada Solopos.com, Senin (15/5/2023).

Advertisement

Terkait hasil visum, Kapolsek Gayamsari menyebut tidak ada tanda-tanda korban meninggal dunia akibat mengalami kekerasan fisik atau penganiayaan. Ia pun menduga korban meninggaal dunia akibat sakit yang dideritanya.

“Tidak ada bekas tanda-tanda kekerasan. Hannya ada obat-obatan [kesehatan] saat ditemukan. Diduga korban dalam kondisi sakit, hingga akhirnya meninggal dunia,” ungkap Hengky.

Advertisement
Advertisement
Berita Terkait
Advertisement

Hanya Untuk Anda

Inspiratif & Informatif