Jateng
Sabtu, 2 Desember 2023 - 10:39 WIB

Menteri PURP Beberkan Strategi Jitu Atasi Banjir di Genuk & Kaligawe Semarang

Adhik Kurniawan  /  Imam Yuda Saputra  | SOLOPOS.com

SOLOPOS.COM - Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Basuki Hadimuljono, usai mengecek pompa air di Sungai Seringin, Jumat (1/12/2023) malam. (Solopos.com/Adhik Kurniawan).

Solopos.com, SEMARANG – Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Basuki Hadimuljono, mengaku telah menyiapkan detail engineering design (DED) terkait penanganan banjir rob di kawasan Genuk dan Kaligawe, Kota Semarang. Ia pun mengeklaim DED yang telah disiapkan itu akan menjadi penanganan jangka panjang antisipasi banjir rob yang terjadi berulang-ulang ketika hujan lebat melanda.

“Sudah ada [DED-nya]. Mudah-mudahan 2024 kita kerjakan,” ungkap Basuki seusai mengecek pompa air di Sungai Seringin, Kota Semarang, Jumat (1/12/2023) malam.

Advertisement

DED tersebut, terang Basuki, memiliki konsep untuk mengalihkan beban debit air berlebihkan ke sejumlah titik polder. Di lain sisi pihaknya juga akan melakukan uprade atau penambahan pompa.

“Tadi kita di Pasar Waru [Polder Pompa Waru] dan [Rumah Pompa] Kandang Kebo. Tadi sampai di Muktiharjo jadi kita akan lebih banyak mengalihkan beban ke KBT [Kanal Banjir Timur]. Jadi tidak ke [Sungai] Tenggang,” papar Basuki.

Tak hanya itu, Basuki mengungkapkan jika beban Sungai Tenggang dinilai sudah terlalu berat. Oleh sebab itu, aliran air dari Kali S dan Muktiharjo yang sedianya mengalir ke Sungai Tenggang akan dibuatkan saluran menuju Kanal Banjir Timur.

Advertisement

“Ini ada Kali S, ada Muktiharjo ke Sungai Tenggang, kita belokkan ke kiri agar masuk [polder] Waru, dari Waru kita tambahkan pompanya agar masuk ke KBT. Sehingga Tenggang ini tidak terlalu berat,” imbuhnya.

Diberitakan sebelumnya, Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu, meminta Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali-Juana serius menangani banjir di Kota Semarang, Jawa Tengah (Jateng). Ia meminta BBWS Pemali-Juana memperbaiki pompa-pompa di rumah pompa yang rusak.

Perempuan yang karib disapa Ita mengatakan sejumlah pompa di rumah Kali Pompa Sringin dan Kali Tenggang rusak. Akibatnya, pengendalian air banjir khususnya di wilayah Genuk dan Kaligawe terhambat.

Advertisement

Advertisement
Advertisement
Berita Terkait
Advertisement

Hanya Untuk Anda

Inspiratif & Informatif