Jateng
Rabu, 17 Mei 2023 - 18:21 WIB

Musim Kemarau, Air Sumur di Semarang Potensi Surut 30%

Adhik Kurniawan  /  Imam Yuda Saputra  | SOLOPOS.com

SOLOPOS.COM - Ilustrasi air PDAM (JIBI/Solopos.com/Dok.)

Solopos.com, SEMARANGPDAM Kota Semarang memprediksi terjadinya penyusutan air pada sumur di wilayahnya sebesar 30 persen saat musim kemarau tahun 2023 ini.

Hal tersebut diungkapkan Direktur Utama PDAM Tirta Moedal Kota Semarang, Yudi Indarto, yang menilai dampak musim kemarau akan mulai dirasakan warga sekitar bulan Juni 2023 nanti. Kendati demikian, ia pun mengimbau masyarakat yang masih memanfaatkan air sumur sebagai kebutuhan sehari-hari untuk mewaspadai potensi kekeringan.

Advertisement

“Paling surut itu yang sumber [air] dari sumur atau mata air. Kalau dari kami [PDAM Tirta Moedal Semarang], pengamanan air minum baku ada back up system instalansi untuk mereka [sumber dari sumur]. Kemudian ada sumber lain dari sungai. Itu [sungai] tidak akan terpengaruh kemarau karena dipantau BBWS [Balai Besar Wilayah Sungai],” ujar Yudi saat dijumpai Solopos.com, Rabu (17/5/2023).

Tak hanya melalui sistem instalasi dan sungai, Yudi menyebut penanganan air di Kota Semarang juga bakal dibantu Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus. Oleh karenanya, ia pun memastikan kepada masyarakat terutama pelanggan PDAM Tirta Moedal Kota Semarang untuk tidak khawatir dan risau terkait kekurangan sumber air baku.

“Itu adalah langkah-langkah yang diharapkan bisa hadi solusi atasi kemarau nanti. Jadi masyarakat tidak perlu khawatir. Bila nanti memang kekurangan, kami ada mobil tanki yang siap diperbantukan,” ungkapnya.

Advertisement

Lebih jauh, selain masyarakat yang memanfaatkan sumber dari sumur langsung, wilayah Semarang Selatan disebut PDAM Kota Semarang bakal mengalami dampak kemarau yang signifikan, khususnya di daerah Tembalang, Gunungpati, dan sebagian Ngaliyan.

“Tapi kami optimistis bisa menganani. Sumber kita sekarang hampir semuanya sudah dari air permukanan dengan kapasitas produksi 3.300 liter. Tinggal yang dari sumur mata air 700 liter per detik. Jadi seperlima itu drop 30 persen daerah selatan [Tembalang, Gunungpati, Ngalian],” jelasnya.

Sedangkan terkait kesiapan distribusi air bersih guna memenuhi kebutuhan masyarakat agar tidak terjadi kekurangan saat musim kemarau, PDAM Kota Semarang akan berkoordinasi lebih lanjut dengan BPBD Kota Semarang untuk disalurkan pada warga yang mengalami kekurangan air bersih.

Advertisement

Advertisement
Advertisement
Berita Terkait
Advertisement

Hanya Untuk Anda

Inspiratif & Informatif