Jateng
Selasa, 20 Januari 2015 - 20:50 WIB

PELAYANAN TPKS : Terminal Peti Kemas Semarang Kembangkan Penampungan Barang Impor

Redaksi Solopos.com  /  Sumadiyono  | SOLOPOS.com

SOLOPOS.COM - ilustrasi (JIBI/dok)

Pelayanan TPKS terus ditingkatkan untuk memberi kepuasan kepada pengguna jasa. Salah satu yang dilakukan yaitu untuk fokus pengembangan penumpukan khusus untuk barang impor

 

Advertisement

Kanalsemarang.com, SEMARANG—Terminal Peti Kemas Semarang (TPKS) masih fokus pada pengembangan lapangan penumpukan khusus untuk barang impor.

“Saat ini kami sedang mengembangkan lapangan penumpukan atau Container Yard (CY) V yang luasnya mencapai 5,3 hektare,” kata General Manajer TPKS Iwan Sabatini seperti dikutip Antara, Selasa (21/1/2015).

Advertisement

“Saat ini kami sedang mengembangkan lapangan penumpukan atau Container Yard (CY) V yang luasnya mencapai 5,3 hektare,” kata General Manajer TPKS Iwan Sabatini seperti dikutip Antara, Selasa (21/1/2015).

Menurut rencana, CY yang bisa memuat antara 3.500-4.000 teus tersebut, akan selesai pada Mei mendatang. Saat ini, pengerjaannya sudah mencapai 74%.

“Jika sudah selesai maka kami akan segera mendatangkan 11 Automatic Rubber Tyred Gantry (RTG), yaitu alat untuk menumpuk peti kemas di CY yang baru,” katanya.

Advertisement

Dia menjelaskan pertimbangan ditambahkan ruang bagi barang impor karena mengikuti perkembangan bisnis.

Selama ini, barang impor masih ditempatkan secara terpisah di CY I, III, dan VI, padahal volumenya terus bertambah.

Untuk barang impor yang pembongkarannya melalui proses pemeriksaan bea dan cukai serta dinas karantina, katanya, diletakkan di CY I dan III, sedangkan untuk barang yang tidak melalui proses pemeriksaan berada di CY VI.

Advertisement

Mengenai okupansi peti kemas di lapangan penumpukan yang saat ini tersedia, Iwan mengatakan saat ini rata-rata mencapai 80 persen.

Sebelumnya, pada libur Natal dan akhir tahun selama 10 hari okupansi sempat mencapai 125 persen.

“Pada saat itu masih banyak perusahaan yang libur, dampaknya adalah okupansi di lapangan penumpukan jadi melebihi kapasitas. Faktor ini juga yang menjadi pertimbangan kami untuk melakukan pengembangan lapangan penumpukan,” katanya.

Advertisement

Advertisement
Advertisement
Berita Terkait
Advertisement

Hanya Untuk Anda

Inspiratif & Informatif