Jateng
Jumat, 12 Februari 2016 - 06:50 WIB

PENERTIBAN KIOS : Pemkab Kudus Dituntut Pedagang Plasa Bayar Rp5,46 Miliar

Redaksi Solopos.com  /  Anik Sulistyawati  | SOLOPOS.com

SOLOPOS.COM - ilustrasi (JIBI/dok)

Penertiban kios di Plasa Matahari dibawa ke meja hijau.

Semarangpos.com, KUDUS – Pedagang yang menempati kios di kompleks Matahari Plasa Kudus di Pengadilan Negeri Kudus, Jawa Tengah, menuntut pemkab setempat beserta tergugat I dan II membayar ganti rugi Rp5,46 miliar.

Advertisement

Dalam sidang perdana tersebut, kuasa hukum pedagang Matahari Plasa Kudus Sigit Wahyudi di Kudus, Kamis (11/2/2016), menyatakan ganti rugi merupakan tuntutan alternatif karena tuntutan utamanya berupa perpanjangan hak guna bangunan (HGB) atas kios yang ditempati kliennya.

Saat membeli, kata dia, kliennya juga mendapat jaminan dari pihak tergugat I dan II, bahwa kios-kios yang dibeli merupakan milik tergugat I dan II serta tidak dalam sengketa dengan pihak lain.

Jika HGB berakhir pada 5 Juni 2009, kata dia, kliennya dijanjikan dapat diperpanjang sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku serta tergugat I dan II juga akan membantu memperpanjang HGB tersebut.

Advertisement

Kenyataannya, lanjut dia, pihak tergugat I dan II tidak melakukannya sehingga merugikan pemilik kios Kudus Plasa.

Oleh karena itu, kata dia, kliennya berinisiatif mengajukan permohonan pembaharuan atas HGB di atas hak pengelolaan (HPL) milik tergugat III (Pemkab Kudus) ke tergugat IV (BPN), namun permohonan ditolak dengan alasan pengajuan kembali sertifikat HGB yang lama maupun yang baru harus mendapat persetujuan dari pemegang HPL.

Adapun pihak tergugat I, yakni PT Pratama Eradjaya yang merupakan pengembang bangunan Matahari Plasa dan tergugat II Hengky Gunawan Prasetiyo.

Advertisement

Penggugat juga meminta putusan sela agar kios yang disegel bisa dilepas sehingga pedagang bisa berjualan kembali.

Kepala Bagian Hukum Setda Kudus Suhastuti mengungkapkan, pada agenda persidangan berikutnya akan menyiapkan jawaban atas tuntutan yang disampaikan kepada penggugat.

Advertisement
Advertisement
Berita Terkait
Advertisement

Hanya Untuk Anda

Inspiratif & Informatif