SOLOPOS.COM - Ilustrasi pengangguran (JIBI/Harian Jogja/Dok.)

Solopos.com, SEMARANG — Data terbaru Badan Pusat Statistik (BPS) menyebut saat ini ada sekitar 1,19 juta pengangguran di Jawa Tengah (Jateng). Lantas, dari 35 kabupaten/kota di Jateng, daerah manakah yang paling banyak menyumbang angka pengangguran?

Berdasarkan data yang dirilis BPS Jateng, Senin (9/5/2022), jumlah pengangguran di Jateng hingga Februari 2021 mengalami peningkatan sekitar 6,26% atau mencapai 70.000 orang.

Promosi Jelang Lebaran, BRI Imbau Nasabah Tetap Waspada Modus Penipuan Online

Pada Februari 2021, jumlah pengangguran di Jateng tercatat mencapai 1,19 juta orang, atau naik 6,26% dibanding pada Februari 2021 yang berada di angka 1,12 juta orang.

Kendati demikian, meningkatnya jumlah pengangguran ini turut diimbangi dengan naiknya jumlah angkatan kerja. Hingga Februari 2022, jumlah penduduk usia kerja di Jateng mencapai 28,82 juta orang, atau naik sekitar 6,21% dibanding pada Februari 2021, yang berjumlah 27,13 juta orang. Sementara jumlah angkatan kerja di Jateng juga mengalami kenaikan sekitar 10,27%, dari 18,82 juta orang menjadi 20,76 juta orang.

Sementara itu, berdasarkan data BPS pada 2019-2021, tingkat pengangguran terbuka (TPT) paling tinggi di Jateng berada di Kabupaten Tegal, yakni 9,97%. Jumlah angkatan kerja di Kabupaten Tegal hingga Agustus 2021 mencapai 715.845 orang, sedangkan jumlah pengangguran mencapai 71.346 orang.

Baca juga: Duh, Pengangguran Jateng Didominasi Lulusan SMK

Selain Tegal, Kabupaten Cilacap juga mencatat angka TPT tertinggi di Jateng mencapai 9,97%. Kemudian disusul dengan Kabupaten Brebes dengan angka TPT 9,78%, Kota Semarang sebesar 9,54%, Kota Magelang 8,73%, Kota Tegal 8,25%, Kota Solo 7,8%, dan Kabupaten Tegal dengan angka TPT mencapai 7,55%.

Sementara itu, berdasarkan tempat tinggalnya, tingkat pengangguran terbuka atau TPT di daerah perkotaan di Jateng lebih tinggi dibanding daerah perdesaan. TPT perkotaan di Jateng mencapai 7,48%, sedangkan di perdesaan di angka 3,99%.

TPT di perkotaan Jateng mengalami kenaikan sekitar 0,56%, sedangkan di daerah perdesaan mengalami penurunan 0,99% pada Februari 2021. Meski demikian, jika dibandingkan dengan kondisi pada Februari 2022, baik TPT perkotaan maupun perdesaan mengalami kenaikan mencapai 2,52% dan 0,57%.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Solopos.com di Saluran WhatsApp dengan klik Soloposcom dan Grup Telegram "Solopos.com Berita Terkini" Klik link ini.
Solopos Stories
Honda Motor Jateng
Honda Motor Jateng
Rekomendasi
Berita Lainnya