Jateng
Kamis, 22 Agustus 2019 - 17:50 WIB

Renovasi Rampung, Pasar Muntilan Mulai Ditata

Redaksi Solopos.com  /  Rahmat Wibisono  | SOLOPOS.com

SOLOPOS.COM - Panduan Informasi dan Inspirasi

Semarangpos.com, MUNGKID — Pemerintah Kabupaten Magelang segera melakukan penataan pedagang Pasar Muntilan setelah sebelumnya dilaksanakan sosialisasi pada 12 Agustus 2019. Pedagang lama diprioritaskan masuk pasar yang baru selesai direnovasi itu.

“Rencananya pada 26-31 Agustus 2019 pedagang sudah mulai masuk kios, kemudian pada 2-13 September 2019 penataan pedagang los mulai dilaksanakan dan setelah los maka selama satu minggu kita menata lesehan,” papar Kepala Dinas Perdagangan Koperasi dan UMKM Kabupaten Magelang, Asfuri Muhsis, di Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, Rabu (21/8/2019).

Advertisement

Ia menuturkan ketentuannya adalah nantinya pedagang harus mengisi blangko dan membayar uang muka. “Uang muka untuk kios sebesar Rp5 juta dan pedagang los Rp2,5 juta. Setelah itu baru pedagang boleh masuk untuk membenahi sekaligus menempatinya,” katanya.

Selanjutnya, sampai Desember 2019, pedagang harus membayarkan 50% harga tebusan kios atau los. Sampai bulan Agustus 2020, pedagang diharapkan sudah melunasi 100% harga kios dan los.

Ia menuturkan sistem pembayarannya bertahap dari harga tebusan kios Rp30 juta hingga Rp37,7 juta, los daging Rp6 juta, los umum kisaran Rp9 juta hingga Rp12 juta. “Ukuran kios 3 m x 4 m total ada 268 unit, ukuran los 2 m x 2 m total ada 1.509 unit, sedangkan lesehan diharapkan bisa memuat 1.202 pedagang,” katanya.

Advertisement

Asfuri menyampaikan apabila nanti pedagang merasa keberatan dengan harga kios dan los, maka bisa mengajukan keringanan. “Jadi itu hak pedagang ketika nanti sudah diumumkan resmi terkait dengan harga tebusan kios dan los. Nanti pedagang bisa mengajukan permohonan keringanan kepada bupati. Berdasarkan hal itulah nanti bupati bisa memberikan keringanan dan pertimbangan yang terukur,” katanya.

Ia mengatakan kios dan los di Pasar Muntilan baru tersebut diutamakan untuk pedagang lama dan yang mempunyai izin, setelah itu sisanya untuk pedagang lama yang belum memiliki izin. “Setelah semua selesai, maka sisanya baru untuk pedagang lain atau pedagang baru,” katanya.

Menurut dia fasilitas pasar hingga saat ini sudah memenuhi standar dan siap dioperasikan.

Advertisement

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

 

Advertisement
Kata Kunci :
Advertisement
Berita Terkait
Advertisement

Hanya Untuk Anda

Inspiratif & Informatif