Jateng
Jumat, 8 Oktober 2021 - 16:53 WIB

Rondo Royal Camilan Khas Jepara, Siapa Suka?

Yesaya Wisnu  /  Chelin Indra Sushmita  | SOLOPOS.com

SOLOPOS.COM - Rondo Royal khas Jepara (Instagram/@djojobedjo)

Solopos.com, JEPARA — Rondo Royal adalah makanan tradisional yang dibuat dari tape singkong yang digoreng dengan tepung beras. Makanan satu ini sangat terkenal di Jawa, terutama di Kabupaten Jepara, Jawa Tengah.

Dilansir dari Jatengprov.go.id, Jumat (8/10/2021), rondo royal ini dijadikan salah satu jajanan khas setempat. Satu keunikan dari makanan ini adalah namanya yang memiliki makna seorang janda yang sangat dermawan. Namun versi lain mengatakan kata ‘Rondo” dalam Bahasa Jawa diambil dari kata “rodo” yang berarti hampir menyerupai/agak.  Sedangkan ‘royal’ adalah kata dalam Bahasa Inggris yang artinya mewah. Sehingga jika disatukan, makanan ini bermakna “agak mewah”

Advertisement

Meskipun asal usul penamaannya masih misteri, namun nama makanan ini menjadi keunikan tersendiri yang membuat orang-orang yang mendengar nama panganan ini langsung penasaran dan ingin mencicipinya.

Baca Juga: Rumah Pensiunan Guru di Grobogan Ludes Terbakar, Kerugian Rp125 Juta

Di Kabupaten Jepara bagian selatan, makanan ini sering disebut “Manyos” namun daerah lain menyebutnya sebagai tape goreng. Dalam proses pembuatannya, tape yang digunakan adalah tape singkong, bukan tape ketan.

Advertisement

Tape tersebut kemudian dihancurkan dan dibentuk bulat lalu dimasukan dalam adonan tepung beras hingga rata dan digoreng. Ada pula yang sebelum dimasukan ke adonan tepung untuk diogoreng, diberi gula merah terlebih dahulu di bagian dalam sehingga ada sensasi manis legitnya.

Rondo royal ini sangat cocok dinikmati bia disajikan hangat. Tidak hanya unik namanya, makanan satu ini juga memiliki rasa yang unik, yaitu perpaduan manis dan asam serta asin terasa pada panganan dengan nama unik ini.

Baca Juga: Nasi Penggel, Bulat-Bulat dan Nikmat Khas Kebumen

Advertisement

Terkait nama, ada pula yang berasumsi karena makanan ini salah satu makanan mewah karena ada gula merah di dalamnya. Pada zaman dahulu, gula merah masih dianggap mahal karena masyarakat Jawa zaman dahulu hanya makan singkong biasa.

Seirng berjalannya waktu, rondo royal inipun dikreasi lebih lagi oleh kalangan milenial, seperti isiannya diganti dengan coklat atau rasa-rasa yang sedang tren di kalangan milenial saat ini. Hal ini menjadi salah satu sarana untuk melestarikan jajanan lokal agar tidak hilang karena invasi jajanan impor dari Korea dan Jepang yang sedang merajalela saat ini.

Rondo Royal ini sangat mudah untuk ditemui di Jepara banyak pedagang kaki limaatau pedagang di pasar tradisional yang menjajakan makanan ini sebagai cemilan. Harganyapun juga murah, berkisar antara Rp500 hingga Rp1.000 saja per biji.

Advertisement
Advertisement
Berita Terkait
Advertisement

Hanya Untuk Anda

Inspiratif & Informatif