Jateng
Sabtu, 2 November 2019 - 12:13 WIB

Saluran Irigasi di Banjarnegara Jebol Picu Longsor, 1 Orang Tewas

Imam Yuda Saputra  /  Rohmah Ermawati  | SOLOPOS.com

SOLOPOS.COM - Ilustrasi longsor di Kabupaten Banjarnegara, Jateng. (Semarangpos.com-Humas BNPB)

Solopos.com, BANJARNEGARABencana tanah longsor melanda wilayah Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah (Jateng), tepatnya di Kampung Taman Sari RT 004/RW 001, Desa Parakancanggah, Sabtu (2/11/2019) pagi.

Longsor itu terjadi akibat jebolnya tanggul saluran irigasi di desa tersebut, hingga menyebabkan satu warga meninggal dunia dan dua orang lainnya mengalami luka-luka berat.

Advertisement

Kepala Seksi Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Banjarnegara, Agus Haryono, menyebutkan longsor itu terjadi akibat jebolnya tanggul saluran irigasi di atas rumah warga.

“Tanggul itu jebol akibat hujan yang turun semalam dengan intensitas tinggi. Setelah sebelumnya musim kemarau panjang, saluran irigasi itu rupanya tak sanggup menampung hujan dalam intensitas lebat,” ujar Agus saat dihubungi Semarangpos.com, Sabtu siang.

Informasi yang diperoleh Semarangpos.com dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), jebolnya saluran irigasi itu terjadi sekitar pukul 06.00 WIB.

Advertisement

Jebolnya tanggul itu menyebabkan longsor yang menimpa dua rumah warga milik Tulus, yang digunakan sebagai tempat indekos.

Akibat longsor itu, satu orang atas nama Winoto, 45, warga Desa Plumbungan, Kecamatan Pagentan, Kabupaten Banjarnegara, meninggal dunia akibat tertimpa reruntuhan.

Sedangkan korban luka, yakni Sabar, 30, warga Desa Pagentan RT 002/RW 003, Kecamatan Pagetan, dan Darto, 50, warga Dukuh Windusari, Desa Sokaraja, Kecamatan Pagentan, mengalami luka-luka.

Advertisement

Baca juga: Duh, 4.390 Hektare Lahan Hutan Di Jateng Terbakar Di 2019

“TRC BPBD Banjarnegara bergerak cepat dalam melakukan evakuasi korban. Korban meninggal dunia telah dievakuasi sekitar pukul 07.45 WIB, sedangkan yang luka-luka sudah dibawa ke RSUD Banjarnegara untuk mendapatkan perawatan,” tulis Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Agus Wibowo, dalam keterangan resmi.

Advertisement
Advertisement
Berita Terkait
Advertisement

Hanya Untuk Anda

Inspiratif & Informatif