Jateng
Senin, 9 Januari 2023 - 13:17 WIB

Sebanyak 407 Aset Pemkot Salatiga Sudah Bersertifikat

Hawin Alaina  /  Ahmad Mufid Aryono  | SOLOPOS.com

SOLOPOS.COM - Penjabat Wali Kota Salatiga Sinoeng N Rachmadi (kedua dari kiri) saat menerima sertifikat aset Pemkot Salatiga, Senin (9/1/2023). (Istimewa/Humas Pemkot Salatiga)

Solopos.com, SALATIGA–Sebanyak 407 aset milik Pemerintah Kota Salatiga telah selesai tersertifikasi dan diterima Penjabat(Pj) Wali Kota Salatiga.

Sertifikat aset milik Pemerintah Kota Salatiga tersebut telah diselesaikan sejak Juni hingga Desember 2022.

Advertisement

Penjabat Wali Kota Salatiga Sinoeng N. Rachmadi menyambut baik sertifikasi aset tersebut karena semua harus sesuai dengan aturan, tertib dan dicatat secara resmi.

Pihaknya mengaku secara proaktif menindaklanjuti dari Korsugah KPK terkait dengan identifikasi soal sertifikat aset milik Pemkot, tentu saja ini menjadi sesuatu yang sangat membanggakan.

Advertisement

Pihaknya mengaku secara proaktif menindaklanjuti dari Korsugah KPK terkait dengan identifikasi soal sertifikat aset milik Pemkot, tentu saja ini menjadi sesuatu yang sangat membanggakan.

“Pensertifikatan akan kami lakukan terus untuk meningkatkan efektifitas dalam tata kelola barang milik negara, bukan tertib secara fisik saja, melainkan secara administrasi dan hukum. Karena dengan aset itulah kita akan siapkan pencatatan secara resmi,” kata Sinoeng, Senin (9/1/2023).

Dirinya juga menyerahkan piagam perhargaan kepada sejumlah pejabat yang telah menyelesaikan pelaporan tercepat Laporan Harta Kekayaan Pejabat Negara (LHKPN).

Advertisement

Dalam kesempatan ini, Sinoeng juga menyerahkan bantuan tanaman Aglonema kepada kelompok tani Ngremboko Noborejo lewat Dispangtan Kota Salatiga.

Bantuan ini sebagai sebagai awal atau inisiasi Kampung Aglonema di Kelurahan Noborejo, yang diharapkan dapat meningkatkan perekonomian masyarakat ke depan.

“Sebanyak 625 bibit tanaman Aglonema senilai Rp90.500.000,00 semoga bermanfaat, tumbuh dan berkembang dengan baik [ngrembaka], selaras dengan nama Kelompok Tani yang menerima bantuan bibit aglonema,” ungkap dia.

Advertisement

Sinoeng meminta pemangku wilayah yang ada di wilayah Kelurahan Noborejo dan Kecamatan Argomulyo untuk ikut mengawal program Kampung Aglonema.

“Gerakkan dan kolaborasikan dengan kegiatan pemberdayaan masyarakat, libatkan LPMK, PKK, Karang Taruna, maupun lembaga lain untuk mem-branding Kampung Aglonema,” ujar Sinoeng.

Pj Wali Kota selalu mengingatkan bahwa ke depan untuk kampung binaan tersebut agar dapat saling berkolaborasi, sehingga dapat tumbuh dan berkembang bersama.

Advertisement

Advertisement
Advertisement
Berita Terkait
Advertisement

Hanya Untuk Anda

Inspiratif & Informatif