Jateng
Kamis, 7 September 2023 - 13:55 WIB

Solopos Goes to Campus, Mahasiswa SCU Semarang Diberi Insight soal Era Disrupsi

Ria Aldila Putri  /  Ponco Suseno  | SOLOPOS.com

SOLOPOS.COM - Pemimpin Redaksi (Pemred) Solopos Media Group, Rini Yustiningsih (berdiri di panggung), saat di Solopos Goes to Campus di Soegijapranata Catholic University (SCU) Semarang, Kamis (7/9/2023). (Solopos.com/Ria Aldila Putri)

Solopos.com, SEMARANG — Solopos Goes to Campus digelar di Auditorium Thomas Aquinas Soegijapranata Catholic University (SCU) Semarang, Kamis (7/9/2023).

Di kesempatan tersebut, Pemimpin Redaksi (Pemred) Solopos Media Group, Rini Yustiningsih berbicara tentang jurnalisme, disrupsi media, dan masa depan pekerjaan di Indonesia dengan kehadiran artificial intelligence (AI) atau kecerdasaan buatan.

Advertisement

Rini meminta para mahasiswa tak khawatir dengan adanya AI yang disebut bisa menggantikan pekerjaan manusia. Rini mengawali kegiatan Solopos Goes to Campus dengan membagikan pengalamannya bertemu dengan adik dari sastrawan Indonesia Pramoedya Ananta Tur di Blora.

“Sekarang ini eranya digital, sebulan lalu saya ke Blora ketemu sastrawan adiknya Mas Pram, yaitu Mas Sus. Saya bertanya sekarang eranya digital, mana yang lebih penting? Lalu Mas Sus menjawab, kearifan lokal selalu di depan dan teknologi mengikuti di belakang,” ujar Rini.

Advertisement

“Sekarang ini eranya digital, sebulan lalu saya ke Blora ketemu sastrawan adiknya Mas Pram, yaitu Mas Sus. Saya bertanya sekarang eranya digital, mana yang lebih penting? Lalu Mas Sus menjawab, kearifan lokal selalu di depan dan teknologi mengikuti di belakang,” ujar Rini.

Rini mengatakan dengan perkembangan zaman, disrupsi terjadi di mana-mana, terlebih dengan kehadiran AI atau kecerdasan buatan. Bahkan menurutnya, sekarang seorang web designer khawatir dengan kehadiran AI karena pekerjaannya bisa diambil alih.

“Disrupsi ada di mana-mana, bahkan seorang web designer sekarang khawatir pekerjaannya diambil alih oleh AI. Karena dengan AI bisa langsung membuat web hanya dengan waktu 10 menit, tinggal masukin kata lalu selesai,” kata Rini.

Advertisement

“Dulu kami di koran, lalu di digital. Jurnalisme adalah konteks, produksi film konteks, enviromental adalah konteks. Apapun platform-nya, jurnalisme enggak akan pernah mati karena konteksnya,” jelasnya.

Untuk itu, ia meminta para sivitas akademika SCU Semarang untuk tidak khawatir dengan perkembangan teknologi selama ini. Menurutnya, teknologi secanggih apapun tidak bisa melahirkan kreativitas dan skill yang dimiliki seorang manusia.

“Tapi jangan takut karena apapun teknologinya, skill teman-teman, kreativitas teman- teman yang penting, yang membuat konteksnya hanya teman-teman yang bisa,” tandasnya.

Advertisement

Solopos Goes to Campus yang digelar di kampus dulunya bernama Universitas Universitas Katolik Soegijapranata (Unika) Semarang ini merupakan acara kali ketiga. Di waktu sebelumnya, Solopos Goes to Campus juga pernah digelar di UNS Solo dan di UIN Salatiga.

Mengusung tema besar Empowering Young People, acara Solopos Goes to Campus menghadirkan tiga narasumber perempuan. Masing-masing, yakni Pemimpin Redaksi Solopos Media Group, Rini Yustiningsih; Sutradara Film, Fanny Chotimah; dan Community Manager VOA Indonesia, Fika Rosemarie.

“Hari ini kita kedatangan tiga narasumber perempuan semua. Teman-teman kalau ada acara seperti ini ikut saja. Belajar yang penuh sukacita. Ilmu tidak harus diperoleh dari pembelajaran di kelas. Kami mendukung,” kata Rektor SCU Semarang, Dr Ferdinandus Hindiarto di Gedung Thomas Aquinois, Kamis.

Advertisement

Advertisement
Advertisement
Berita Terkait
Advertisement

Hanya Untuk Anda

Inspiratif & Informatif