Jateng
Rabu, 15 Maret 2017 - 16:50 WIB

TRANSPORTASI SEMARANG : Adukan Saja Kalau Ada BRT Kosong Emoh Ambil Penumpang

Redaksi Solopos.com  /  Rahmat Wibisono  | SOLOPOS.com

SOLOPOS.COM - BRT Trans Semarang. (Instagram-@transsemarang)

Transportasi di Kota Semarang, BRT Trans Semarang, diduga kerap tak mau ambil penumpang di selter.

Semarangpos.com, SEMARANG – Transportasi umum di Kota Semarang, Jawa Tengah (Jateng), bus rapid transit (BRT) Trans Semarang, tak hentinya menjadi sorotan masyarakat karena sejumlah masalah. Kali ini, masyarakat melalui media sosial Instagram, mengadu kepada pihak pengelola bahwa banyak sopir BRT Trans Semarang yang tak mau mengangkut penumpang yang sudah menunggu di selter.

Advertisement

Pengguna akun Instagram @muh_iqbal_panser_kauman yang mengadu ke pengelola akun Instagram @transsemarang, Sabtu (11/3/2017), mengatakan BRT Trans Semarang yang tak mau berhenti di selter untuk mengangkut penumpang itu dalam keadaan tidak penuh. “Pak saya dari jam 5 sampai jam 6 lebih nunggu BRT Trans Semarang di Abimanyu yang lewat banyak tapi enggak ada yang ambil penumpang. Padahal banyak yang kosong,” tulisnya.

Menanggapi keluhan tersebut, pihak pengelola mangimbau agar melaporkan sopir BRT Trans Semarang yang tak mau menghampiri calon penumpang tersebut dengan mencantumkan nomor lambung atau pelat nomor bus yang dimaksud. “Kalau ada bus dengan kondisi penumpang tidak penuh dan tidak mau merapat selter untuk ambil penumpang, silakan laporkan nomor lambung atau pelat nomor bus tersebut. Terima kasih,” tulis pengelola akun Instagram @transsemarang.

Selain menerima aduan tentang bus yang tak mau mengangkut penumpang, pengelola akun Instagram @transsemarang juga mendapatkan laporan masih banyak sopir yang ugal-ugalan. Mereka yang melapor menganggap masih banyak sopir salah satu alat transportasi di Semarang itu yang memacu bus dengan kecepatan tinggi sehingga membahayakan pengguna jalan lain.

Advertisement

Sayangnya, para pelapor itu tak mencantumkan nomor lambung atau pelat nomor bus yang dimaksud. Jika saja mereka dapat mencantukmkan nomor lambung atau pelat nomor bus, pihak pengelola akan segera menindaklanjuti sopir yang dimaksud seperti yang terjadi beberapa waktu lalu.

Dalam akun Instagram @transsemarang, pihak pengelola menyatakan merasa senang mendapat sejumlah kritikan dari masyarakat. Menurutnya, kritikan dari masyarakat itu dapat menjadikan pelayanan salah satu alat transportasi umum di Kota Semarang itu menjadi lebih baik. (Ginanjar Saputra/JIBI/Semarangpos.com)

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Advertisement

Advertisement
Advertisement
Berita Terkait
Advertisement

Hanya Untuk Anda

Inspiratif & Informatif