Jateng
Rabu, 9 Agustus 2023 - 19:56 WIB

Viral Santri UIN Walisongo Diberi Makanan Basi, Mahasiswa Serbu Gedung Rektor

Adhik Kurniawan  /  Imam Yuda Saputra  | SOLOPOS.com

SOLOPOS.COM - Ratusan mahasiswa dari delapan fakultas Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang, Jawa Tengah (Jateng), menggelar unjuk rasa di gedung rektorat pada Rabu (9/8/2023) siang. (Solopos.com - Dema UIN Walisongo Semarang)

Solopos.com, SEMARANG – Ratusan mahasiswa dari delapan fakultas Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo, Kota Semarang, Jawa Tengah (Jateng), menggelar unjuk rasa di gedung rektorat kampus tersebut, Rabu (9/8/2023) siang. Unjuk rasa itu digelar buntut beredarnya video yang viral di media sosial (medsos) tentang pengakuan santri Mahad UIN Walisongo Semarang yang diberi makanan basi.

Ratusan mahasiswa ini pun mendesak agar pihak kampus membatalkan aturan mahad. Mereka menilai kebijakan itu tidak sepadan dengan fasilitas kamar hingga makanan yang diberikan ke para peserta atau mahasiswa.

Advertisement

Menteri Koordinator Sosial Politik Dewan Eksekutif Mahasiswa (Dema) UIN Walisongo, Fuad Dhiyaulhaq, mengatakan aturan mahad, dinilai sebagai permainan kampus belaka. Selain itu, pihak kampus disebut tak transparan dalam pengelolaan dana mahad.

“Ada empat tuntutan kami kepada pihak rektorat. Pihak kampus harus segera membatalkan kewajiban membayar mahad. Mereka mengeklaim dengan narasi bahwa pembayaran mahad jadi instruktusi dari Kemenag [Kementerian Agama]. Tapi, nyatanya saat kami datangi ke Jakarta, perwakilan Kemenag dari bidang akademik dan kemahasiswaan menegaskan tidak ada kewajiban, karena diserahkan ke kampus masing-masing,” kata Fuad saat dihubungi Solopos.com, Rabu (9/8/2023) sore.

Advertisement

“Ada empat tuntutan kami kepada pihak rektorat. Pihak kampus harus segera membatalkan kewajiban membayar mahad. Mereka mengeklaim dengan narasi bahwa pembayaran mahad jadi instruktusi dari Kemenag [Kementerian Agama]. Tapi, nyatanya saat kami datangi ke Jakarta, perwakilan Kemenag dari bidang akademik dan kemahasiswaan menegaskan tidak ada kewajiban, karena diserahkan ke kampus masing-masing,” kata Fuad saat dihubungi Solopos.com, Rabu (9/8/2023) sore.

Mahasiswa jurusan Ilmu Politik FISIP UIN Walisongo itu juga menyampaikan jika para pengurus mahad, beberapa dosen dan civitas academica UIN Walisongo kerap mengintimidasi dan berlaku diskriminasi pada penghuni mahad. Bahkan, berulang kali mahasiswi yang tinggal di dalam mahad diancam nilai kuliahnya tidak keluar jika kedapatan membocorkan informasi mengenai fasilitas kamarnya.

Tak jarang penghuni mahad juga diancam agar video yang menggambarkan fasilitas kamarnya dihapus. Padahal di sisi lain, Dema UIN Walisongo mendapat laporan jika makanan yang diberikan tidak layak serta fasilitas kamar mahad tidak memadai.

Advertisement

Transparan

Lebih jauh, Fuad menilai apa yang dilakukan pihak kampus selama ini tidak transparan. Sebab, setiap mahasiswa baru yang berkuliah di UIN Walisongo dibebankan biaya uang kuliah tunggal (UKT) Rp5 juta ditambah kewajiban membayar mahad Rp3 juta.

“Kita mendesak uang mahad milik mahasiswa baru [maba] dikembalikan. Karena nominal yang dibayarkan tidak sesuai dengan fasilitas sarana yang diberikan. Sebab, setiap maba sudah diwajibkan bayar mahad Rp3 juta tetapi masih juga disuruh bayar uang pungutan untuk biaya makan Rp400.000 per bulan, bayar laundry, beli kitab kuning. Mestinya biaya tersebut sudah include pada pembayaran awal. Makanya kita mengecam tindakan itu,” ujarnya.

Sementara itu, pegawai bidang Humas UIN Walisongo, Astri, belum bersedia memberikan tanggapan terkait protes yang disampaikan para santri perempuan yang viral di medsos itu. Persoalan tersebut saat ini tengah didiskusikan dengan jajaran pimpinan perguruan tinggi itu.

Advertisement

“Belum ada [statemen resmi dari kampus]. Tadi juga kayaknya belum jadi audiensinya [waktu unjuk rasa],” tutup Astri.

Diberitakan sebelumnya, sebuah video yang memperlihatkan beberapa perempuan yang mengaku sebagai santri Mahad Al Jamiah UIN Walisongo, Kota Semarang, viral di media sosial. Hal itu dikarenakan para perempuan yang terlihat mengenakan hijab dan masker itu mengaku selama ini kerap diberi makanan makanan basi saat mengikuti program Mahad Al Jamiah di UIN Walisongo.

Video berdurasi 12 detik itu diunggah di platform media sosial (medsos) Tiktok oleh akun @mimshw03. Video itu pun langsung menuai berbagai macam komentar dari netizen.

Advertisement

Advertisement
Advertisement
Berita Terkait
Advertisement

Hanya Untuk Anda

Inspiratif & Informatif