Jateng
Sabtu, 28 September 2019 - 08:50 WIB

Website Bawaslu Boyolali Jadi Sasaran Protes RKUHP, Begini Tampilannya…

Redaksi Solopos.com  /  Rahmat Wibisono  | SOLOPOS.com

SOLOPOS.COM - Ilustrasi tampilan website Bawaslu Boyolali saat diretas orang atau kelompok yang tak dikenal. (Semarangpos.com-Humas Bawaslu Jateng)

Semarangpos.com, SEMARANG — Aksi penolakan terhadap Rancangan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (RKUHP) yang marak dalam sepekan terakhir ternyata tidak hanya terjadi di jalanan maupun gedung DPRD di sejumlah daerah. Aksi perlawanan ternyata juga merambah ke dunia maya atau jaringan Internet.

Hal itu seperti yang terjadi pada laman Internet resmi milik Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Boyolali. Sejak Jumat (27/9/2019) pagi, laman resmi milik Bawaslu Kabupaten Boyolali dengan alamat boyolali.bawaslu.go.id diretas.

Advertisement

Belum tahu siapa yang melakukan peretasan terhadap website milik pengawas pemilu di Kabupaten Boyolali itu. Namun pastinya, tampilan di website itu berubah menjadi gambar nisan retak berwarna putih dengan tulisan huruf kapital RIP.

Peretas juga mencantumkan kalimat yang terkandung dalam pasal RKUHP yang dianggap kontroversial. Dalam tampilan itu, peretas juga menyebutkan identitasnya sebagai Mr. JON3$$. Ia juga menulis alamat surat elektronik di mrjnesss1@gmail.com.

Koordinator Divisi Humas dan Hubungan Antarlembaga Bawaslu Jateng, Muhammad Rofiuddin, menyayangkan aksi peretasan website milik Bawaslu di Jateng itu. Terlebih lagi, peretasan itu tidak berkaitan dengan tugas Bawaslu di Jateng terkait pengawasan pemilu.

Advertisement

“Menyuarakan aspirasi sah-sah saja. Tapi, janganlah dengan cara mengganggu website. Apalagi, jika kita baca yang tertulis di halaman yang diretas itu tidak ada kaitan dengan pengawasan pemilu. Ada cara lain untuk menyuarakan aspirasi tanpa mengganggu website kami,” ujar Rofiuddin, Jumat (27/9/2019).

Rofiuddin mengatakan peretasan website milik Bawaslu di Jateng itu bukanlah yang kali pertama terjadi. Sebelumnya, peretasan website juga dialami Bawaslu Kabupaten Tegal.

“Website milik Bawaslu Kabupaten Tegal kemarin juga diretas, tapi sudah diperbaiki. Yang sekarang [website Bawaslu Boyolali] sedang kami lakukan pembenanhan agar bisa normal kembali,” jelas Rofiuddin.

Advertisement

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Advertisement
Advertisement
Berita Terkait
Advertisement

Hanya Untuk Anda

Inspiratif & Informatif