Jateng
Jumat, 26 Februari 2016 - 06:50 WIB

WISATA CILACAP : Fokus Benahi Teluk Penyu dan Benteng Pendem, Begini Konsep Pemkab

Redaksi Solopos.com  /  Anik Sulistyawati  | SOLOPOS.com

SOLOPOS.COM - Ilustrasi (JIBI/Solopos/Antara/Mohamad Hamzah)

Wisata Cilacap kali ini akan fokus membenahi Teluk Penyu dan Benteng Pendem.

Semarangpos.com, CILACAP – Pemerintah Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah pada tahun 2016 fokus melakukan pembenahan objek wisata Pantai Teluk Penyu dan Benteng Pendem.

Advertisement

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Dinparbud) Cilacap Murniyah di Cilacap, Kamis (25/2/2016), mengatakan pembenahan termasuk penyediaan kafetaria untuk menampung para pedagang yang masih banyak tersebar di Pantai Teluk Penyu.

Kafetaria rencananya berlokasi di depan Benteng Pendem sehingga akan lebih tertata.

Advertisement

Kafetaria rencananya berlokasi di depan Benteng Pendem sehingga akan lebih tertata.

Selain itu, kata dia, pihaknya juga akan menghidupkan kembali kolam renang di Taman Hiburan Rakyat (THR) Teluk Penyu yang selama ini terbengkalai.

“Kami juga akan membuat wahana berupa Gedung Pintar yang di dalamnya berisi berbagai peralatan ilmu pengetahuan dan teknologi [iptek]. Kabupaten Cilacap sebenarnya sudah mendapat bantuan alat peraga iptek dari Pusat Peragaan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi [Puspa Iptek] Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi pada tahun 2015,” katanya.

Advertisement

Terkait hal itu, dia mengatakan bahwa pada tahun 2016 akan membangun Gedung Pintar di kawasan Pantai Teluk Penyu.

“Anggaran untuk fondasinya sudah ada, sekitar Rp400 juta. Kami sudah mengajukan anggaran lagi sekitar Rp1,5 miliar hingga Rp2 miliar untuk pembangunan gedung yang bentuknya seperti perahu,” katanya.

Lebih lanjut, Murniyah mengatakan bahwa pihaknya juga akan mengembangkan objek wisata air Danau Bojongrongga, di Desa Bojongsari, Kecamatan Kedungreja, yang sementara ini status lahannya masih bermasalah.

Advertisement

“Dalam pekan ini, kami akan menemui kepala desanya, mau dibuat seperti apa karena ada keinginan agar Bojongrongga dibuat seperti di Danau Toba. Nantinya kalau status tanahnya sudah jelas, bersertifikat, akan digarap pada tahun 2017,” katanya.

Disinggung mengenai rencana pembuatan perahu wisata di Segara Anakan yang pernah disampaikan oleh Kepala Dinparbud Cilacap sebelumnya [Indar Yuli Nyataningrum], dia mengatakan bahwa pihaknya telah menyampaikannya kembali dalam forum satuan kerja perangkat daerah (SKPD) karena saat itu ada sedikit permasalahan sehingga pelaksanaannya tertunda.

Menurut dia, permasalahan tersebut di antaranya alokasi anggaran baru keluar pada bulan Juli 2015 sedangkan proses pembuatannya membutuhkan waktu selama delapan bulan.

Advertisement

Selain itu, kata dia, perencanaan pembuatan perahu wisata tersebut sebenarnya harus menggunakan jasa konsultan yang hanya ada di Jakarta sedangkan dana yang disediakan tidak cukup untuk membiayainya.

“Persoalan-persoalan tersebut sudah saya sampaikan. Insya Allah, mudah-mudahan pada tahun 2017 dapat direalisasi dengan pola pada APBD Perubahan 2016 akan diajukan anggaran untuk konsultan dulu,” katanya.

Advertisement
Advertisement
Berita Terkait
Advertisement

Hanya Untuk Anda

Inspiratif & Informatif