Jateng
Kamis, 27 Agustus 2015 - 07:50 WIB

WISATA SEMARANG : Jadi Destinasi Unggulan, Kota Lama Semarang Perlu Penataan

Redaksi Solopos.com  /  Anik Sulistyawati  | SOLOPOS.com

SOLOPOS.COM - Kota Lama Semarang (maxtiket.com)

Wisata Semarang yang jadi unggulan, Kota Lama, dinilai masih perlu ditata.

Kanalsemarang.com, SEMARANG-Pasangan Calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Semarang, Soemarmo HS-Zuber Safawi (MaZu), memandang potensi kawasan Kota Lama sebagai destinasi wisata unggulan yang layak dikunjungi.

Advertisement

“Untuk menjadi destinasi [wisata] unggulan, harus ada penataan kawasan, mulai pedagang kaki lima (PKL) sampai penerangan,” kata Soemarmo di Semarang, Rabu (26/8/2015).

MaZu diusung oleh Koalisi Bangkit Sejahtera yang dibangun Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kota Semarang 2015.

Ia menyebutkan penataan kawasan yang dilakukan, dimulai dari PKL yang selama ini masih semrawut, drainase, ruang-ruang yang masih terlihat kumuh untuk menghilangkan kesan “angker” kawasan itu.

Advertisement

Soemarmo menyayangkan kawasan Kota Lama yang sekarang ini terkesan kurang tertata dan terlihat kumuh, dengan banyaknya gedung-gedung tua yang terbengkalai dan ada beberapa yang sudah ambruk.

“Demikian pula dengan keberadaan PKL yang tidak tertata baik. Semestinya, PKL ditata untuk mendukung keberadaan dan keberlangsungan destinasi wisata di sana [kawasan Kota Lama],” katanya.

Menurut mantan Wali Kota Semarang itu, Pemerintah Kota Semarang tetap bisa menggandeng pihak swasta untuk menata Kota Lama, termasuk pemilik bangunan cagar budaya di kawasan Kota Lama Semarang.  Namun, kata dia, harus tetap diingat bahwa penataan yang dilakukan harus sesuai dengan aturan kecagarbudayaan, apalagi banyak bangunan cagar budaya di kawasan Kota Lama Semarang.

Advertisement

“Misalnya, pajak bangunan juga perlu pemutihan sesuai ketentuan yang ada, dan sebagainya. Jadi, pemilik bangunan [cagar budaya] tidak khawatir melakukan pembenahan,” katanya.

Demikian pula dengan beberapa lembaga maupun perusahaan yang memiliki bangunan di kawasan Kota Lama, katanya, perlu diajak kerja sama, mengingat tak semua bangunan cagar budaya merupakan milik pribadi.

Advertisement
Advertisement
Berita Terkait
Advertisement

Hanya Untuk Anda

Inspiratif & Informatif