SOLOPOS.COM - Jalan tembus kawasan Jangli dengan kampus Undip di Semarang, yang mengalami ambles meski baru saja dibangun, Senin (3/7/2023). (Solopos.com-RIa Aldila Putri)

Solopos.com, SEMARANG — DPRD Kota Semarang meminta Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang untuk mengkaji ulang pembangunan jalur alternatif atau jalan tembus Kampus Undip-Jangli. Hal itu menyusul kerusakan jalan yang baru saja dibangun, yakni ambles di salah satu titik hingga viral di dunia maya atau medsos.

Sekretaris Komisi C DPRD Kota Semarang, Suharsono, mengatakan kajian harus dilakukan lebih dulu sebelum pembangunan jalan itu dilanjutkan ke tahap kedua. Ia menyebut pembangunan jalur alternatif itu menelan anggaran mencapai Rp50 miliar yang terbagi dalam dua tahap. Tahap pertama telah selesai dengan biaya mencapai Rp30 miliar.

Promosi Tanggap Bencana Banjir, BRI Peduli Beri Bantuan bagi Warga Terdampak di Demak

“Tahn ini ada lanjutan yang kedua. Tahun kemarin kan [anggarannya] sekitar Rp30 miliar. Tahun ini sekitar Rp20 miliar. Tahun ini anggaran lanjutan,” jelasnya, Rabu (5/7/2023).

Menurut dia, kajian perlu dilakukan karena jalur alternatif atau jalan tembus Undip-Jangli yang sudah terbangun ternyata mengalami ambles pada beberapa titik. Ia pun meminta agar jalan yang rusak atau ambles itu dicari penyebab dan solusinya agar tidak terulang.

Ia menjelaskan kendala yang dialami pada pembangunan jalur alternatif itu kemungkinan dari jenis tanahnya yang pada musim panas kondisinya kering, tetapi saat musim hujan menjadi lembek.

“Makanya, harus ada kajian dulu sebelum dilanjutkan [pembangunannya]. Selesaikan persoalan yang kemarin, baru dilanjutkan. Kalau tidak, ya, siapa pun kontraktornya kasihan. Akan timbul permasalahan,” ujarnya.

Semestinya, kata dia, ada teknologi yang menjadi solusi untuk menyelesaikan permasalahan tersebut. Menurutnya, Dinas Pekerjaan Umum (DPU) pasti sudah memahami jenis tanah tersebut dan bisa melakukan penanganan.

Yang jelas, ia menekankan bahwa harus ada tindakan nyata dan diselesaikan secepatnya karena anggaran yang dipakai cukup besar. Terlebih, jalan tembus Undip-Jangli ini sangat strategis dan ditunggu masyarakat.

Selain itu, Suharsono juga meminta agar dinas-dinas terkait juga bisa meminta masukan kepada para pakar dari Undip untuk penanganan penyebab jalan ambles tersebut secara efektif.

Pemerintah Kota Semarang saat ini sedang mengkaji penyebab amblesnya beberapa titik di jalur alternatif atau jalan tembus yang menghubungkan kampus Universitas Diponegoro (Undip) Semarang dengan kawasan Jangli yang baru saja dibangun.

“Hasil penelitian kemarin pada patahan yang terjadi di Jangli itu di bawahnya ada semacam lapisan tanah lempung [tanah liat] sekian sentimeter,” kata Sekretaris Daerah Kota Semarang Iswar Aminuddin.

Lapisan semacam tanah liat itulah, kata dia, menyebabkan penurunan tanah yang membuat jalan menjadi ambles, dan saat ini masih menjadi kajian, termasuk bagaimana solusi terbaik yang akan dilakukan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Solopos.com di Saluran WhatsApp dengan klik Soloposcom dan Grup Telegram "Solopos.com Berita Terkini" Klik link ini.
Solopos Stories
Honda Motor Jateng
Honda Motor Jateng
Rekomendasi
Berita Lainnya